HETANEWS.COM

Semakin Hari Tingkat Pengangguran Di Siantar Meningkat

Tumpal Pasaribu, Kasi Informasi Pasar Kerja dan Bursa Kerja (Foto/Leo)

Siantar, hetanews.com - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pematangsiantar mencatat ada ratusan tenaga kerja kehilangan pekerjaannya akibat perubahan aktivitas masyarakat selama Pandemi Covid-19. Hasilnya angka  pengangguran di Kota Siantar meningkat.

Saat dikonfirmasi hetanews Selasa, (18/8/2020) Kasi Informasi Pasar Kerja dan Bursa Kerja, Tumpal Pasaribu menyampaikan dampak pandemi melemahkan pendapatan 81 perusahaan. 

"Jadi di saat kita turun ke lapangan untuk mendata perusahaan-perusahaan selama Pandemi Covid-19. Hasilnya ada 81 perusahaan yang mengalami dampak dari segi pemasukan yang otomatis berdampak terhadap manajemen karyawannya," ujar Tumpal.

Dari perusahaan-perusahaan ini, diperoleh adanya laporan mereka terpaksa memutus hubungan kerja (PHK) karyawannya sebanyak 86 orang. Kemidian ada 696 karyawan terpaksa harus dirumahkan.

"Dirumahkan itu sifatnya sementara. Contoh ada 50 karyawan, yang mana 20 dirumahkan dan 30 bekerja. Bila nanti Covid-19 mulai mereda, mereka kembali normal bekerja," terang Tumpal.

Adapun terkait PHK terhadap 86 karyawan, dikatakan Tumpal mau tak mau terjadi di masa Pandemi Covid-19. Beberapa di antara karyawan bahkan telah melapor ke Disnaker untuk menuntut hak-hak mereka terpenuhi.

"Ada beberapa tenaga kerja memang yang di-PHK kemarin datang kemari. Di sini, kita coba memediasi dengan perusahannya, dan beberapa di antara mereka sudah mendapatkan hak-haknya," ujar Tumpal.

Mekanisme lainnya, sejumlah perusahaan melakukan sistem shift agar memberi rasa keadilan terhadap karyawannya. Tumpal mengatakan, jumlahnya sendiri ada 222 orang seusai data Disnaker ini.

Ditekankan Tumpal, situasi saat ini, Disnaker tak boleh hanya memperhatikan karyawan. Sebab beberapa perusahaan terpaksa melakukan merger (penggabungan) agar mampu beroperasi di masa Pandemi Covid-19.

"Ada karyawan mutasi, bahkan perusahaan menjadi merger. Sebagai contoh ada tadi salah satu perusahaan pembayaran (finance) yang merger dengan perusahaan lain, lantaran kredit konsumen macet, ya mau bagaimana lagi," ujarnya.

"Kita minta para perusahaan itu agar tetap berdagang dengan protokol kesehatan. Jangan biarkan masyarakat memiliki rasa takut untuk berkunjung ke tempat daganganmu. Masyarakat juga perlu menumbuhkan kesadaran dari diri sendiri, biar gak terus begini kondisi Covid-19," punya Tumpal.

Selain itu, seiring peningkatan PHK dan aksi merumahkan karyawan, Disnaker mendapat masalah tentang serapan tenaga kerja di Kota Pematangsiantar yang jauh minim.

"Ada perusahaan perusahaan di luar negeri seperti Malaysia butuh tenaga kerja. Tapi regulasi Covid-19 membatasi kita untuk masuk ke sana. Kita tunggu dulu lah ini kembali normal," pungkasnya

Penulis: leonardo. Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan