HETANEWS.COM

Putusan Kasasi Keluar, Menolak Permohonan Terdakwa Marshal dan Jaksa

Tim jaksa, Saman dan Ronald Maurits yang menyidangkan perkara Marshal, di PN Simalungun. Terdakwa Marshal didampingi pengacaranya saat disidangkan di PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Putusan kasasi dari Mahkamah Agung RI No.2138 K/Pid.Sus/2019, "Mengadili: Menolak Permohonan Kasasi dari Pemohon Kasasi I/Penuntut Umum pada kejaksaan Negeri Simalungun dan Pemohon Kasasi II/Terdakwa Marasalem Harahap tersebut. Membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara pada tingkat kasasi sebesar Rp. 2500,00 (dua ribu lima ratus rupiah)".

Demikian putusan Ketua Majelis Hakim Kasasi, H Suhadi SH MH dan Desnayeti M SH MH, H Margono SH MH, masing - masing sebagai hakim anggota. Dibantu Pengganti Kasasi, Dr. Imam L Hakim SH MHum. Vonis kasasi tersebut disidangkan pada Kamis, 8 Agustus 2020, lalu.

Jaksa Saman Dhohar Munthe SH MH pada Kejaksaan Negeri Simalungun, membenarkan hal tersebut. Tapi secara resmi, kami belum menerima pemberitahuan putusan dari Pengadilan. Putusan kasasi tersebut dapat dicek melalui Sipp.pn.simalungun, jelasnya.

"Kami mengetahui putusan tersebut melalui website Sipp.pn.simalungun, namun secara resmi kami belum menerima pemberitahuan putusan tersebu,"kata Saman, selaku JPU dalam perkara itu, ketika ditanya wartawan, Selasa (18/8/2020), di kantornya.

Berdasarkan putusan MA tersebut, maka terhadap terdakwa dijatuhi hukuman pidana selama 1 tahun (sesuai putusan di tingkat banding), jelas Saman.

Sebelumnya, terdakwa Mara Salem Harahap als Marshal, divonis 6 bulan penjara, di Pengadilan Negeri Simalungun.

Marshal yang dikenal sebagai  wartawan online  lassernewstoday, terbukti bersalah melakukan pencemaran nama baik atas pemberitaan berjudul "PROYEK KORUPSI RSUD PERDAGANGAN SEBESAR 9,1 MILIAR DIDUGA MELIBATKAN BUPATI SIMALUNGUN DR. JR. SARAGIH SH MM DAN OKNUM ANGGOTA DPRD SIMALUNGUN ELIAS BARUS".

Sebelumnya, jaksa menuntut Marshal dengan pidana penjara selama 6 tahun. Jaksa mempersalahkan terdakwa  dengan pasal 14 (1) UU RI No. 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana. Dengan menyiarkan atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat.

Tapi hakim berpendapat lain dan mempersalahkannya dengan pasal 310.

Menurut Saman, saat ini belum bisa melakukan eksekusi terhadap Marshal, karena terdakwa ditahan dalam perkara lainnya, di PN Sei Rampah, dalam kasus pemerasan dengan pengancaman.

"Dia dipidana 1 tahun karena kasus pemerasan tersebut dan jaksa masih banding karena putusan hakim tidak ada sepertiga dari tuntutan 2,6 tahun," sebut Munthe.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan