Deliserdang, hetanews.com - Deliserdang merupakan salah satu daerah terbesar di wilayah Sumatera Utara. Bahkan jumlah penduduknya menjadi yang paling banyak di Sumut.

Kendati demikian masih ada desa di wilayah ini yang belum tersentuh aliran listrik sejak Indonesia Merdeka 75 tahun silam. Yakni Desa Naga Timbul, Kecamatan Tanjung Morawa. Warga setempat masih menggunakan lampu templok untuk penerangan di malam hari.

Wagiran, seorang warga setempat mengaku sulit merasakan arti kemerdekaan karena hidup mereka belum merdeka dari listrik. Dia berharap pemerintah memperhatikan warga di desanya.

"Macam mana penerangan itu kami pun tidak tahu. Warga di sini belum pernah merasakan penerangan karena belum teraliri listrik. Kami pakai lampu templok saat malam hari," ujarnya, Senin (17/8/2020).

Kampung Naga Timbul ini berlokasi di dekat perkebunan yang tak jauh dari pusat kota, pun dengan kantor pemerintahan dan PLN. Kurang lebih hanya berjarak 15 Kilometer (Km).

Setiap malam, warga desa setempat merasakan kondisi gelap gulita tanpa ada penerangan dari PLN. Hanya segelintir warga mampu saja dapat menikmati listrik, itu pun dengan menggunakan alat genset.

Sutar Saragih warga lainnya mengaku sudah berulang kali mengajukan ke PLN Tanjung Morawa maupun pemerintah setempat agar kampung mereka dapat aliran listrik. Namun sampai saat ini hasilnya nihil.

"Sejak tahun 1960 kampung ini berdiri, sampai sekarang di 2020 warga kami belum mendapat aliran listrik. Belum sekalipun kami rasakan sarana PLN," kata Sutar.

Warga kini pasrah karena hanya terus diberi harapan dan janji. Mereka berharap, arti kemerdekaan yang dirasakan masyarakat lainnya di Bumi Pertiwi dapat juga mereka nikmati.

Selain listrik, selama ini warga kampung tersebut juga minim mendapat bantaun sosial. Satu-satunya hanya drainase sepanjang 145 dari dana desa.

"Bukalah mata hati kalian, pemerintah, PLN. Kami sangat berharap, beri apa yang layak kami terima. Kami butuh penerangan," ujarnya.

sumber: iNews.id