HETANEWS.COM

17 Agustus di Parapat, Hotel Full dan Rumah Warga Turut Disewakan

Suasana malam 17 Agustus di Parapat, terlihat masih didatangi pengunjung yang akan menginap dan agen menawarkan kamar - kamar (crop). (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Beberapa musibah yang terjadi, beberapa waktu lalu, sempat membuat Kota Parapat, sepi dari pengunjung.

Yaitu sejak musibah tenggelamnya Kapal KMP Sinar Bangun, longsornya jembatan Sidua-dua, dan juga Covid-19 yang mengakibatkan Parapat seakan kota mati.

Sebagian masyarakat takut ke Parapat karena tenggelamnya kapal yang menewaskan ratusan orang pada perayaan lebaran beberapa waktu lalu.

Saat berusaha pulih, jembatan Sidua - dua malah longsor, sehingga jalan terpaksa dialihkan hingga membuat Parapat sepi.

Dan setelah itu, bencana Covid-19 yang terpaksa merumahkan semua warga dan ditutupnya sejumlah lokasi wisata.

Namun suasana mulai membaik, sejak pemerintah memberlakukan new normal.

Sejumlah tempat wisata mulai di buka. Bahkan Kota Parapat, mulai ramai dikunjungi, sejak lebaran Idul Adha kemarin.

Bahkan menjelang 17 Agustus 2020, Kota Parapat tampak ramai pengunjung.

Minggu (16/8/2020) malam, sejumlah hotel terpantau penuh, baik hotel berbintang maupun hotel kecil, villa dan bahkan rumah penduduk banyak disewakan.

Seperti dikatakan marga Pakpahan yang berprofesi sebagai agen, yang berdiri di pinggir jalan, menawarkan kamar-kamar. "Ada kamar, villa, dan hotel".

Benar benar kewalahan malam ini melayani tamu, tak tertampung lagi. Sampai pukul 22.00 WIB, masih banyak tamu yang datang dengan mengendarai mobil - mobil, dan sepeda motor, mencari penginapan.

"Mungkin sampai pagi ini Bu, banyak pendatang. Tapi mau dimana lagi, semua sudah penuh. Tadi aja ada kawan, garasi dirubah jadi kamar yang penting bisa istirahat,"katanya.

Rumah penduduk bisa disewa yang 3 kamar dengan tarif Rp1 juta , sebut Pakpahan yang bisa berpenghasilan hingga jutaan hanya menjadi agen menawarkan kamar. Pakpahan mendapatkan komisi 10 persen dari pemilik penginapan jika membawa tamu.

Mudah - mudahan, situasi ini terus begini, ramai pengunjung, sehingga kami bisa menambah penghasilan, kata Pakpahan yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bangunan.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan