HETANEWS.COM

Ramai-ramai Menepis Mitos Ikan Mas Jumbo Danau Toba Bawa Bencana

Screenshot YouTube Asenk Lee Saragih Manihuruk

Medan, hetanews.com - Mitos penangkapan ikan mas jumbo di Danau Toba membawa bencana kembali muncul saat erupsi Gunung Sinabung terjadi. Berbagai pihak pun ramai-ramai menepis mitos itu.

Isu liar ini berawal dari video ikan mas berukuran jumbo ditangkap di Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut), viral usai diunggah salah satu akun YouTube. Ikan mas jumbo itu disebut berbobot 15 kilogram.

Dalam video itu terlihat ada seorang pria yang memancing di pinggiran Danau Toba. Dia terlihat mendapat seekor ikan. Saat ditarik, ikan tersebut rupanya ikan mas jumbo.

Video itu, kata pengunggah, diambil di pemancingan alam Danau Toba di Silalahi, Dairi, Sumut, Jumat (7/8). Butuh waktu 1 jam untuk menarik ikan mas jumbo itu ke atas air.

Kepala BKSDA Sumut Hotmauli Sianturi mengatakan ikan mas bukanlah hewan yang dilindungi, sehingga tak ada larangan menangkap ikan mas. Namun, dia menyarankan ikan mas berukuran besar itu tak ditangkap karena bisa menjadi indukan dan menghasilkan banyak anak ikan.

"Hanya, kalau ada ikan mas sebesar itu, sebaiknya jangan ditangkapi, karena itu bisa menjadi indukan di alam sebagai sumber pemijahan anak-anak ikan," ujar Hotmauli.

Setelah video itu viral, mulai muncul 'cocoklogi' antara penangkapan ikan mas jumbo di Danau Toba dengan bencana, yakni erupsi Gunung Sinabung. Erupsi Gunung Sinabung terjadi pada Sabtu (8/8) setelah sempat 'tidur' selama setahun.

Isu kaitan penangkapan ikan mas jumbo di Danau Toba dengan erupsi Gunung Sinabung ini dimunculkan salah satunya oleh akun Twitter, @_aljzair. Dalam cuitannya, pemilik akun mengaitkan erupsi Gunung Sinabung serta tragedi KM Sinar Bangun di Danau Toba, yang terjadi setelah kemunculan ikan mas jumbo. Dia mempertanyakan apakah kemunculan ikan dan bencana tersebut merupakan suatu di luar nalar manusia.

Hal tersebut pun langsung ditepis oleh Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Armen. Dia memastikan tak ada kaitan antara ditangkapnya ikan mas jumbo di Danau Toba dengan erupsi Sinabung.

"Nggak ada (kaitannya)," kata Armen, Senin (10/8/2020).

Dia mengatakan erupsi Gunung Sinabung bisa dijelaskan secara ilmiah. Salah satu pemicu erupsi adalah tekanan magma yang ada di gunung api.

"Erupsi itu terjadi karena tekanan magma yang di gunung api," ucap Armen.

Antropolog dari Universitas Negeri Medan (Unimed), Erond L Damanik, juga menepis isu kaitan penangkapan ikan mas jumbo di Danau Toba dengan bencana. Dia awalnya berbicara tentang mitos ikan mas dalam peristiwa terbentuknya Danau Toba.

"Memang, kalau di dalam salah satu mitologi, terjadinya Danau Toba itu kan soal seorang laki-laki yang menangkap ikan di sungai tapi ikan itu jelmaan ikan mas," kata Erond, Rabu (12/8).

Erond mengatakan ikan mas yang ditangkap dalam cerita rakyat itu disebut bisa berbicara saat hendak dipotong. Ikan mas tersebut kemudian, kata Erond, mengaku sebagai jelmaan putri yang siap dinikahi jika tidak dipotong.

Erond menyebut, dalam cerita itu, ikan mas berubah menjadi seorang wanita dan menikah dengan pria yang menangkapnya. Namun, si pria dilarang menyebut dia merupakan jelmaan ikan. Seiring berjalannya waktu, keduanya disebut punya anak. Saat melihat kelakuan anaknya, si pria ini disebut mengumpat dan menyebut kalau si anak merupakan keturunan ikan.

"Si anak kemudian melapor sama ibunya 'betulkah aku anak ikan?' 'Siapa yang bilang?' 'Ayahku'. Kemudian marahlah si ibu ini, pergi dia ke puncak yang paling tinggi di sekitar Samosir dan dia berdoa kepada dewa. Turunlah hujan selama satu minggu dan lama-kelamaan terjadilah Danau Toba itu," ucapnya.

"Nggak ada hubungan juga antara mitos seperti itu dengan natural error seperti Sinabung. Itu kan kebetulan saja antara itu dua hal yang berbeda," jelasnya.Erond pun mengatakan cerita tersebut hanya cerita rakyat yang diceritakan secara turun-temurun. Dia menegaskan tak ada hubungan apa pun antara ikan mas di Danau Toba dengan bencana atau musibah yang terjadi.

Isu penangkapan ikan mas berukuran besar di Danau Toba dengan bencana bukan pertama kali terjadi saat erupsi Sinabung. Mitos ini juga pernah dikait-kaitkan dengan tenggelamnya KM Sinar Bangun pada 2018. Polisi telah menepis isu tersebut dan meminta masyarakat tak mengait-ngaitkan tragedi ini dengan hal-hal lain.

Sumber: detik.com 

Editor: Suci Damanik.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!