Simalungun, hetanews.com - Meskipun status Kabupaten Simalungun sudah berubah jadi zona kuning, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, belum melakukan pembelajaran tatap muka.

Bupati Simalungun, JR Saragih mengatakan, mereka sedang berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).

"Apapun alasannya, kita tidak bisa melangkah sendiri, mungkin tanggal 17 Agustus ini, sudah ada keputusan, karena kami sudah memetakan, dimana sekolah yang sudah bisa, dimana yang belum bisa," kata JR Saragih, usai mendengarkan pidato Presiden RI, di Gedung DPRD Simalungun, Jumat (14/8/2020).

Mungkin tidak semua dulu, sesuai dengan pembicaraan kita, tambahnya.

Meskipun sudah masuk zona kuning, lanjut JR Saragih, sekolah harus mempersiapkan terlebih dahulu kamar mandi, cuci tangan, dan masker.

Sekolah yang seharusnya siswanya antara 30 sampai 35, tetapi saat ini yang boleh itu, hanya 15 siswa dalam satu kelas, katanya.

"Kita persiapkan semua, kami sedang mempersiapkan semua, baik ke pusat maupun provinsi karena semuanya tidak bisa bekerja sendiri," ungkap JR Saragih.

Ditanya antisipasi banyak daerah di Simalungun yang signalnya susah, bagaimana dengan pendidikan sekarang ini?

Jawab JR Saragih, sekolah sudah memberikan soal-soal kepada murid-murid, melalui kelompok-kelompok. Mereka akan bertatap muka juga, tetapi hanya hanya 4 sampai 5 orang, dalam satu kelompok, ujarnya.

Dia mengajak para guru agar selalu aktif di tengah-tengah masyarakat, di daerah daerah yang tidak ada internetnya.