HETANEWS.COM

Setelah Keluar Dari Penjara, Ternyata Bandar Sabu Siantar Ini Telah Lama Menjadi Target BNNK

Foto : Kompol Pierson Ketaren saat menunjukan barang bukti sabu

Siantar, hetanews.com - Dede Andrian (41) seorang bandar sabu yang ditangkap personil Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Siantar di Jalan Uisgara, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Kamis 13 Agustus 2020 kemarin, telah ditetapkan sebagai tersangka. 

Itu diketahui dalam gelar press rilis yang dilakukan BNNK di Jalan Keselamatan, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, Jumat (14/8/2020) sekira pukul 09.00 Wib. 

"Si tersangka ini (Dede) telah lama menjadi target kita, dan menurut informasi memang dirinya baru keluar dari penjara, setelah keluar tersangka ini telah menjadi pantauan kita dan memang dirinya masih melakukan kegiatan yang sama (bandar sabu)," terang Kompol Pierson Ketaren. 

Dirinya juga mengatakan bahwa setelah berhasil menangkap tersangka, personil BNNK menemukan sabu dengan berat 29,87 gram, 1 unit Hp merk Oppo, 1 unit sepeda motor Yamaha RX King dengan nomor polisi (Nopol) BK 2250 NC, dan 1 buah dompet yang berisi ATM BCA, ATM Mandiri, ATM Bank Sumut, dan ATM Bank Muamalat. 

Selanjutnya personil BNNK melakukan penggeledahan dikediaman tersangka yang berada di Jalan Singosari Gang Salak, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat. 

"Dari penggeledahan didalam rumahnya, kita menemukan satu bungkus berwarna silver berisi pil extacy sebanyak 17 butir, kemudian dari dalam kotak kita temukan 6 paket sabu dengan berat bruto 1,33 gram yang dibungkus klip kecil," ujarnya. 

Lanjutnya, kita juga turut mengamankan sebuah kotak yang menurut informasi kalau didalam kotak tersebut ada 1,5 kilogram sabu yang kita duga kotak itu digunakan untuk pengiriman barang sabu. Kemudian kita menemukan 1 unit timbangan digital, 1 bal plastik bening, dan 1 buku rekening Bank BCA atas nama Fahri. 

Untuk pasal yang dipersangkakan terhadap tersangka dikenakan dengan pasal 114 ayat (2) subsider 112 ayat (2) nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. 

Penulis: res. Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!