HETANEWS.COM

Inilah Ular Kepala Dua Langka Paling Mematikan di Asia, Bahkan Dunia

Ular Russell's viper berkepala dua ditemukan di India.

Hetanews.com - Seekor ular berbisa yang memilki dua kepala ditemukan di India. Ular itu berjenis Russell's viper (Daboia russelii) dikenal juga dengan spesies ular beludak dan tergolong salah satu ular paling berbahaya di Asia.

Ular itu terlihat berkeliaran di sekitar perumahan di Maharashtra, bagian barat India. Panjangnya hanya 11 cm dan masing-masing kepalanya kembar berukuran sekitar 2 cm.

Setelah ular mematikan itu ditemukan, ia dibawa ke fasilitas hewan khusus untuk menjalani perawatan. Meskipun merupakan salah satu yang paling mematikan di Asia, bahkan dunia, ular Russell's viper yang masih bayi itu bisa menjadi rentan di alam liar, mengingat kelainan genetik yang menyebabkan punya kepala dua.

Inilah Ular Kepala Dua Langka Paling Mematikan di Asia, Bahkan Dunia (1)
Ular Russell's viper berkepala dua tergolong mematikan di Asia dan dunia
  • Berkepala dua karena kelainan genetik

Dilaporkan Mirror, Petugas Dinas Kehutanan India, Susanta Nanda mengatakan kelainan genetik seperti itu menyebabkan tingkat kelangsungan hidup yang rendah di alam liar. Sebab, setiap kepala akan saling berlawanan untuk mengikuti naluri masing-masing menangkap mangsanya.

Ular bekerja dengan baik melalui penciuman, dan jika satu kepala menangkap bau mangsa di kepala yang lain, dikhawatirkan akan menyerang dan mencoba saling menelan kepalanya.

Ular berkepala dua itu juga akan dijadikan objek penelitian, karena dianggap fenomena alam yang sangat langka. Untuk menjaga keamanannya, lokasi tempat ular tersebut tidak dipublikasi.

Inilah Ular Kepala Dua Langka Paling Mematikan di Asia, Bahkan Dunia (2)
Ular Russell's viper berkepala dua salah satu fenomena alam yang langka.

"Ular itu masih hidup dan disimpan di lingkungan yang aman. Karena protokol Departemen Kehutanan, kami tidak dapat mengungkapkan lokasi ular sekarang," jelasnya.

Menurut University of Michigan, ular Russell's viper adalah salah satu ular paling berbahaya di Asia dan menyebabkan ribuan kematian setiap tahunnya. Setelah seseorang digigit, mereka mengalami gejala seperti rasa sakit yang luar biasa, muntah, pusing hingga gagal ginjal.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), mengatakan, gigitan ular adalah masalah kesehatan masyarakat yang sering kali diabaikan. Padahal, ada sekitar 5,4 juta kasus orang digigit ular setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 137.880 korban jiwa.

Gigitan ular juga menyebabkan sejumlah korban harus diamputasi, serta mengalami cacat permanen. Sebagian besar kasus gigitan ular ini terjadi di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.

Sumber: kumparan.com

Editor: suci.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!