HETANEWS.COM

Puluhan Jurnalis Desak Wali Kota Siantar Minta Maaf

Salah seorang perwakilan jurnalis saat menyampaikan pernyataan sikap kepada para anggota DPRD Siantar. (foto/leo)

Siantar, hetanews.com – Puluhan wartawan dari berbagai media, yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Siantar, menggelar unjuk rasa, di kantor Wali Kota Siantar.

Aksi ini, berawal dari sikap Wali Kota, Hefriansyah yang bersikap arogan kepada wartawan saat dikonfirmasi terkait kunjungannya ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), yang mana sebelumnya wartawan mendapat informasi, bahwa Hefriansyah ke sana untuk berkoordinasi untuk pelaksanaan pelantikan pejabat.

Sayangnya, Hefriansyah tidak memberikan jawaban apa hasil dari koordinasinya ke KASN tersebut, dan malah ketus. Namun wartawan kembali mencoba bertanya. Dan Wali Kota menjawab “Siapa yang bilang, kalian tanya samaku. Makanya cari informasi itu yang akurat, jangan mengada-ada. Pake ini,”katanya, Selasa (11/8/2020), lalu, sembari ia menunjuk jidatnya, menggunakan jari tangan kanan, di depan gedung paripurna Harungguan DPRD Siantar.

Dengan raut wajah tidak bersahabat, Hefriansyah terlihat hendak bergegas meninggalkan sejumlah wartawan. Ia berjalan dari belakang mobilnya menuju pintu dan tanpa berhenti, langsung duduk di bagian kursi sopir.

Sebelum melajukan mobil dinas, Hefriansyah masih sempat mengutarakan beberapa kalimat dan hal ini menjadi kalimat yang dinilai wartawan sangat melecehkan.

“Makanya informasinya jelas. Coba konfirmasi ke KASN. Kata Kusen itu apa, makanya kau cari pake otak,” ucapnya dengan nada seperti kesal.

Aliansi Jurnalis Siantar sangat menyesalkannya dan mengecam sikap Wali Kota tersebut, yang dinilai tidak menggambarkan sebagai panutan di kota ini.

Dalam aksi orasi ini, wartawan membeberkan, bahwa Hefriansyah tidak sepantasnya memelihara sikap yang tidak beritikad, apalagi dengan gelar yang disandangnya baru-baru ini, yaitu gelar doktor.

Para orator, yaitu Imron Nasution, Elisbet Purba, Samsudin Haharap, Hermanto Sipayung, Deddy Damanik dan Anugrah, meminta Wali Kota meminta maaf.

Sejumlah keluhan juga disampaikan para perwakilan jurnalis tersebut.

Para jurnalis saat berunjuk rasa di depan kantor Wali Kota Siantar. (foto/leo)

Wali Kota dianggap tidak menunjukkan sikap menghormati wartawan setiap kali diwawancarai. Kerap tidak mau berhenti ketika diwawancarai dan lebih sering enggan menjawab poin-poin dari apa yang dikonfirmasi wartawan.

Menurut Samsudin Harahap, sikap itu tidak menunjukkan layaknya seorang pemimpin.

“Beda dengan kepala daerah sebelah (Bupati Simalungun), kalau dikonfirmasi mau berhenti. Menjawab wartawan. Bukan seperti dia (Hefriansyah),” terangnya.

Dalam aksi ini, puluhan jurnalis menyampaikan, bahwa sikap Hefriansyah selaku Wali Kota yang bertindak tidak sesuai etika, patut untuk dikecam.

Apalagi, hal ini dilakukannya kepada sejumlah wartawan saat melakukan peliputan di gedung Harungguan Paripurna DPRD.

Apa yang disampaikan Hefriansyah, beberapa waktu lalu, menggambarkan seorang pemimpin yang alergi kepada pers.

Padahal, sejumlah wartawan hanya menyinggung agenda kerjanya yang mendatangi KASN dengan menggunakan uang Negara.

“Apa yang disampaikan Hefriansyah, sebagai Wali Kota Siantar sangat melecehkan profesi jurnalis. Apalagi sampai mengutarakan kata yang tidak sepantasnya. Dalam kesempatan itu, Aliansi Jurnalis Siantar mendesak Wali Kota meminta maaf kepada publik atas apa yang disampaikannya karena hal ini telah menyinggung jurnalis yang ada di Siantar. Hal ini dianggap penting agar Hefriansyah, selaku Wali Kota Siantar dan umumnya kepada pejabat publik, agar semakin menghormati kerja-kerja jurnalis dan kebebasan pers,”kata Imron Nasution, membacakan pernyataan Aliansi Jurnalis Siantar.

Para jurnalis di Siantar saat berunjuk rasa di depan kantor Wali Kota Siantar. (foto/leo)

Usai dari kantor Wali Kota Pematangsiantar,  massa jurnalis juga mendatangi gedung DPRD Siantar.

Bedanya, sejumlah dewan menyambut baik kedatangan Aliansi Jurnalis Siantar, antara lain, Ferri SP Sinamo, Daud Simanjuntak, Baren Alijoyo Purba dan Tongam Pangaribuan.

Dalam kesempatan itu, DPRD Siantar turut menyesalkan pernyataan dan sikap Wali Kota. Mereka juga sepakat akan membahas sikap Wali Kota tersebut di DPRD dan jika memungkinkan akan mengakan Rapat Dengar Pendapat.

DPRD menilai, Wali Kota semestinya menghormati profesi jurnalis, sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999.

“Kalau ada informasi yang menurut Wali Kota tidak pas, seharusnya dijuluruskan. Wartawan itu dilindungi Undang-undang dan merupakan pilar pembangunan, sama seperti yudikatif, eksektif dan legislatif,” kata Ferri Sinamo.

Penulis: leo. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Komentar 1
  • Johan
    Apa katanya....
    Apa kau bilang.....
    Wkwkwkwkwkkwk......
    Latteung mullop ullop ullop amongeeee.....

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!