HETANEWS

Hulman Kritik Pola Demonstrasi dan Pemberitaan Media yang Selalu Memojokkannya

Hulman Sitorus pada perayaan May Day di halaman kantor Dinsosnaker.

Siantar, hetanews.com- Bukan Hulman Sitorus namanya jika dalam setiap kata sambutannya  tidak mengeluarkan kalimat-kalimat sensasional, dan bahkan terkadang apa yang diucapkannya tersebut, tidak dalam konteks acara yang sedang dijalaninya. Setelah sebelumnya mengutarakan Walikota merupakan pekerjaan sampingan, kini Hulman mengomentari soal demonstrasi dan media, yang belakangan selalu mengkritik kinerjanya selama 5 Tahun kepemimpinan, sebagai orang nomor 1 di Siantar.

Seperti biasa, sebelum kata sambutan, Hulman mendendang sebuah lagu, setelah itu, dia memulai kata sambutannya. Dipertengahan kata sambutannya diperingatan hari buruh di Kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker), Jumat (01/05), Hulman berbicara soal demonstrasi. Dia mengatakan bahwa demonstrasi tidak sama dengan demokrasi.

Katanya, demonstrasi adalah salah satu dari pilar daripada sebuah demokrasi. Namun yang menjadi pertanyaan, mengapa ada demonstrasi? Bukankah sebelum demontrasi diadakan terlebih dahulu dialog. “Makanya saya tidak mau mengurusi jika tidak ada dalam daftar untuk ketemu dan diskusi. Saya panggil staf terkait dengan yang mereka tuntut,” ujarnya.

Kalau pun diskusi tidak menemukan solusi, imbuhnya, apakah langsung dilakukan demonstrasi? Bukankah sebaiknya melaporkan ke pemerintah yang lebih tinggi. “Kok kota Siantar seperti ini? Kalau mentok silahkan lapor ke gubernur. Itu tata keramanya, jangan dikit-dikit demonstrasi!” tegasnya.

Hulman pun mengatakan bahwa alam demonstrasi sekarang ini beda dengan yang dulu. “Masa dulu enak demontrasi, kalau sekarang tak ada itu," terangnya seraya mengajak masyarakat untuk menjaga keaman supaya Siantar bisa maju kembali, khusus dari sektor pariwisata.

Hulman kembali mengkritik pemberitaan di media yang selalu memojokkan dirinya. Namun sebaliknya, dia meminta media untuk ikut membantu kinerjanya mewujudkan kota Pariwisata. “Kalian (media) sudah ikut menghancurkan kota ini. Boleh dicatat, dituntut pun boleh!! Karena saya sudah capek,” tegasnya.

Hulman mengatakan bahwa media kerjanya hanya mengintip-intip kesalahannya saja. “Dimana manusian ini nggak salah. Holan Tuhan do naso salah (Hanya Tuhan yang tidak salah). Sedangkan salah mu (media) kalau saya cari banyak. Tiap hari saya temukan pidana itu,” celotehnya, yang tidak sesuai dengan perayaan May Day dihadapan para buruh dan pekerja.

Penulis: tom. Editor: ebp.