HETANEWS.COM

Irfan Didakwa Sebagai Pengedar Sabu dan Ekstasi

Terdakwa Irfan disidang secara online melalui teleconfrence. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Terdakwa Irfan Pranata (34), warga jalan TVRI, Kecamatan Siantar Barat, didakwa menjadi perantara, dalam jual beli narkotika.

Irfan mengedarkan sabu dan ekstasi milik Lomo (DPO) dan mendapatkan upah Rp1,5 juta per Minggu dari Lomo.

Menurut surat dakwaan jaksa Anna Lusiana SH yang dibacakan dalam persidangan, Rabu (12/8/2020), Irfan ditangkap Satres narkoba Polres Pematangsiantar, pada saat akan mengantarkan sabu kepada Annes (terdakwa dalam berkas terpisah).

Pada hari Jumat, 13 Maret 2020, sekira pukul 13.00 WIB, Lomo menyuruh terdakwa Irfan mengantarkan sabu sebanyak 1 paket kepada Annes, di Jl. Mesjid, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar. 

Terdakwa berangkat menuju lokasi sekitar pukul 14.00 WIB, dengan mengendarai 1 unit sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi BK 2472 TBI dan membawa 1 paket narkotika jenis sabu seberat 5 gram yang dibungkus kertas tisu dan dikantongi, di belakang celana sebelah kiri.

Tiba di lokasi, terdakwa Irfan ditangkap petugas dan mengakui, jika sabu sebanyak itu adalah milik Lomo yang akan diantarkan kepada Annes.

Selain sabu, polisi juga menyita 150 butir pil ekstasi berwarna merah jambu yang diakui milik Lomo juga.

Ekstasi sebanyak itu, diterima pada Selasa, 10 Maret 2020, pukul 15.00,  di Jl. Sisingamangaraja, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, Pematangsiantar. Terdakwa sudah sekitar 3 bulan menjual sabu maupun ekstasi dengan upah Rp. 1.500.000,- per Minggu dari Lomo.

Keseluruhan jumlah sabu seberat 101, 92 gram (netto) dan ekstasi seberat 50,32 gram (neto), dijadikan barang bukti dalam persidangan, dan benar mengandung MDMA dan metamfetamina. Irfan dijerat dengan pasal 114 (2) atau kedua melanggar pasal 112 (2) tentang narkotika.

Didampingi pengacara prodeo dari Posbakum PN Siantar yang dihunjuk oleh majelis hakim, terdakwa menyatakan tidak keberatan dengan surat dakwaan jaksa itu. Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, persidangan ditunda hingga Senin (24/8/2020) mendatang.

"Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, sidang ditunda 2 Minggu,"kata ketua majelis hakim, Danar Dono SH MH.

Penulis: rahayu. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan