HETANEWS.COM

Guru Milenial Curhat ke TPS, Keluhkan Minimnya Gaji dan Sulit Urus Berkas

TPS ketika bercerita dengan guru-guru honorer

Simalungun, hetanews.com - Nasib guru honor masih sangat memrihatikan, termasuk di Kabupaten Simalungun. Selain gaji yang relatif minim, tak jarang para guru honor dipersulit ketika mengurus berkas-berkas.

Curahan hati (curhat) itu disampaikan Istiar Sirait, salah seorang guru honor yang masih berstatus mahasiswa kepada bakal calon (bacalon) Wakil Bupati Simalungun Tumpak Siregar. Istiar bersama sejumlah kaum milenial lainnya berkesempatan bertemu Tumpak Siregar. Pertemuan tersebut berlangsung di Rumah Makan Burung Goreng Bangun 13, Nagori Senio, Kecamatan Bangun, Kabupaten Simalungun, Rabu (11/8/2020).

“Kami yang di sini kebanyakan akan menjadi tenaga pendidik. Yang kita ketahui, bidang pendidikan di Kabupaten Simalungun itu masih banyak yang dipersulit. Entah itu dari pekerjaan, gaji, maupun dari pengurusan berkas-berkas,” kata Istiar kepada Tumpak yang akrab disapa TPS.

Masih kata Istiar, sejauh ini gaji mereka sebagai guru honor tidak pernah naik. Belum lagi, sekarang mereka kerap menerima keluhan dari para orangtua murid yang merasa kesulitan membeli paket data internet akibat kebijakan belajar daring.

"Sejak pandemi Covid-19, tidak belajar tatap muka. Jadi harus daring dan murid-murid butuh paket internet. Kebanyakan mereka tidak ada uang dan mengeluh kepada kami," terangnya.

Caption

Dalam kesempatan itu, TPS mengatakan, jika ia dan pasangannya, bacalon Bupati Simalungun Muhajidin Nur Hasim (Hasim) terpilih di Pemilukada 9 Desember mendatang, akan memerbaiki pendidikan di Kabupaten Simalungun.

“Kita bukan mengejar jabatan ataupun karena kita rakus. Akan tetapi tujuan utama kita untuk membangun kampung halaman Simalungun. Kalau nantinya kita terpilih, kita akan mengatasi permasalahan yang ada di dunia pendidikan di Kabupaten Simalungun,” jelasnya.

TPS juga menyampaikan nantinya tidak akan ada lagi guru berstatus honorer,  sistem isi pulsa, maupun pungutan liar (pungli).

“Itu akibat besarnya pungli kepada para kepala sekolah untuk mengambil jabatan. Jadi itu dasarnya. Pada intinya juga kita akan menempatkan yang sesuai di bidangnya masing-masing agar tidak ada pungli di dinas manapun,” tegasnya.

Penulis: leo. Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!