HETANEWS.COM

Pangulu Mariah Bandar Diduga Provokator Pengeroyokan Seorang Pemuda di Lokasi Pemandian

DT saat mendapatkan perawatan medis di RSU Perdagangan. (foto/res)

Simalungun, hetanews.com – Korban DT (17) harus merasakan hujanan pukulan bertubi-tubi, setelah dikeroyok lebih dari 30 orang, di lokasi pemandian mata air, Nagori Mariah Bandar, Kabupaten Simalungun, pada Minggu (9/8/2020) lalu.

Pengeroyokan itu terjadi, diduga karena provokasi dari oknum Pangulu Mariah Bandar, M Simanjuntak. Dalam kejadian ini, korban DT bersama pihak keluarga, telah membuat laporan resmi ke Polsek Perdagangan.

Hal itu pun dibenarkan DT saat ditemui di Kota Siantar yang didampingi orangtuanya, Lince boru Pasaribu, dan menuturkan, kalau aksi pengroyokan itu terjadi, setelah diprovokasi  oknum pangulu.

"Kejadian itu sebenarnya sekitar sebulan lalu, yang kebetulan pada saat itu, saya sedang berenang, di pemandian itu. Namun saat sedang mandi, temannya si Panjaitan (Terlapor), salto, sehingga mengenai kepala ku bang, disitu kami langsung bertengkar," ucap DT, Selasa (11/8/2020).

Hanya saja dalam pertengkaran tersebut, DT menjadi bulan-bulanan Panjaitan dan pelaku lainnya. Perkelahian yang tak berimbang itu pun terhenti, setelah sejumlah warga sekitar lokasi pemandian melerai keduanya.

"Pas hari Minggu, tanggal 9 Juli 2020, saya bersama ibu dan abang saya, kembali lagi ke pemandian itu. Dan di sana, saya ketemu dengan dia (Panjaitan), tapi pas saya berada di bawah, saya itu seperti diteror bang, terus dilihatinnya. Waktu saya naik ke atas, kemudian saya bilang "apa bang?, kenapa bang, belum puas abang keroyok aku dulu," terang DT.

Setelah saya bilang seperti itu, dirinya (Panjaitan) langsung pergi begitu saja. Tapi setelah kami selesai mandi dan naik ke atas, ternyata Panjaitan dan teman-temannya ini sudah mengunggu saya, di parkiran. Kemudian langsung saya panggil abang dan ibu saya dan disitu saya dan Panjaitan ini, bertikai lagi, ungkapnya.

Dan saat pertikaian berlangsung, Pangulu sudah berada di TKP dan malah Pangulu itu yang menyuruh Panjaitan, dengan teman-temannya untuk melakukan pengeroyokan kepada DT.

"Pangulu itulah yang menyuruh agar saya dikeroyok. Dibilang pangulu itu, ‘Ya udah lah, kok gak ada lagi kalian hargai aku di sini, serang aja dia (DT)”. Mendengar perkataan Pangulu itu lah, makanya saya dikeroyok 30 orang hingga tidak sadarkan diri, dan pengeroyokan itu disaksikan langsung oleh abang dan ibu saya yang tidak bisa berbuat apa-apa, "pungkasnya.

Lantaran DT dilihat sudah tidak berdaya, kemudian para pelaku pengeroyokan itu membubarkan diri. Selanjutnya ibu dan abangnya, membawa DT ke RSU Perdagangan.

Dan akibat kejadian itu, DT harus kehilangan kalung emasnya, Hp dan uang Rp 300 ribu.

Mengenai hal ini, Lince boru Pasaribu selaku ibunya, tidak terima dengan pengeroyokan yang terjadi kepada anaknya dan tidak bisa berbuat apa-apa, pada saat kejadian tersebut.

"Gak terima saya, masa di depan mata saya, anak saya dipukuli. Bahkan saat dipukuli, sudah ku peluk dia, tapi tetap dipukuli orang itu, sampai aku pun kena pukul juga. Pangulu itu lah yang menyuruh anak saya dipukuli, kami ada saksi, kalau pangulu itu yang menyuruh mereka (Panjaitan, red) agar anak saya dikeroyok,”sebut boru Pasaribu.

Kami sudah membuat laporan polisi (LP) ke Polsek Perdagangan. Saya berharap kepada pihak kepolisian agar para pelaku segera ditangkap, katanya.

Terpisah, Kapolsek Perdagangan, AKP Josia Simarmata, ketika dikonfirmasi mengenai kejadian pengeroyokan terhadap DT, mengaku telah menerima laporan korban.

“Benar, korban atas nama DT telah membuat laporan kepada kita, pada hari Minggu, tertanggal 9 Agustus 2020, dan kasus tersebut akan segera kita tindak lanjuti," akhir Kapolsek Perdagangan, AKP Josia, melalui pesan singkat whatsapp, Rabu (12/8/2020), sekira pukul 11.19 WIB.

Penulis: res. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!