HETANEWS.COM

Penjual Dan Pemilik Sabu Dijadikan Pengguna, Dituntut Sama 2,6 Tahun Saja

Foto : Ketiga terdakwa ketika disidangkan secara online PN Simalungun dikawal petugas Waltah.

Simalungun, Hetanews.com - Jaksa Sanggam P Siagian SH pada kejaksaan Negeri Simalungun, menuntut penjual dan pemilik sabu menjadi pengguna dan masing masing dituntut 2,6 tahun saja.

Tuntutan jaksa tersebut dibacakan dalam persidangan online di Pengadilan Negeri Simalungun, Rabu (12/8).

Para terdakwa antara lain Mesra Hati als Memey (34), Sri Rahayu als Ariani (56) dan Sukarmin als M Amin (42), ketiganya warga yang sama di Nagori Purwodadi Kecamatan Pematang Bandar Simalungun.

Bahkan Memey merupakan seorang residivis dalam kasus yang sama, termasuk suaminya yang juga dikenal sebagai pengedar sabu (dipidana).

Faktanya, petugas lebih dulu menangkap Sukarmin yang sedang membawa sabu di jalan besar Laras-Bandar Huluan pada Selasa, 4 Pebruari 2020. Sabu tersebut diakui dibeli dari Memey seharga 200 ribu.

"Kami pake sama sama pak di rumah Memey dan sisanya saya bawa pulang untuk dikonsumsi lagi di rumah dengan membayar 200 ribu", demikian pengakuan Amin krpada petugas saat diinterogasi dan hal itu juga tetera di surat dakwaan jaksa.

Lalu anggota Satres narkoba Polres Simalungun berhasil menangkap Memey di rumahnya didampingi Gamot. Karena ketakutan, Memey dan Sri Rahayu bersembunyi didalam kamar. Barang bukti yang disita uang hasil penjualan sabu 200 ribu,  40 plastik klip kosong, 2 plastik klip sisa sabu seberat 0,18 gram.

Pengacara Harfin Siagian SH yang ditanya wartawan usai sidang membenarkan jika Memey merupakan residivis karena diduga sebagai pengedar sabu bersama suaminya. "Waktu itu barang buktinya banyak karena pengedar, tapi dihukum hanya sebagai pemilik, pasal 112", jelas HArfin.

Jaksa dalam tuntutannya menyamakan semua tuntutannya kepada ke-3 terdakwa. Meski ditangkap tidak sedang mengkonsumsi/menggunakan sabu.

Meski sudah ringan, ke-3 terdakwa masih memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. "Saya menyesal yang mulia mohon hukuman saya diringankan", kata para terdakwa secara bergantian.

Ironis, terdakwa Memey mengaku menyesal padahal sudah pernah dihukum dalam kasus yang sama. Bahkan saat menyampaikan permohonan keringanan hukuman, terdakwa terlihat senyum-senyum di layar monitor. 

Untuk membacakan vonisnya, hakim Hendrawan Nainggolan selaku ketua majelis menunda persidangan hingga  Selasa mendatang.

Penulis: ay. Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!