HETANEWS.COM

Pelaku Pembunuhan Pelajar yang Ditanam Dalam Posisi Duduk Divonis 15 Tahun Bui

Hakim memvonis Aldi 15 tahun penjara disidang online PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - M. Aldi (19), warga Bangun 17, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, akhirnya divonis 15 tahun penjara, dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani.

 Aldi terbukti secara bersama - sama dengan Riski Bambang Pramono yang divonis  9 tahun penjara karena masih belum dewasa (belum 17 tahun), melakukan pembunuhan terhadap korban, Canda Prayoga (13 tahun).

Vonis hakim yang diketuai Hendrawan Nainggolan itu, lebih ringan dari tuntutan jaksa, Juna Karo-Karo SH, yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 18 tahun.

Putusan tersebut, dibacakan dalam persidangan, Selasa (11/8/2020), di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun yang digelar secara online melalui teleconfrence.

Terdakwa M. Aldi, dinyatakan bersalah, melanggar pasal 340 Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana. 

Jasad korban, Canda Prayoga ditemukan oleh warga yang sedang menggembalakan ternak lembu, di lokasi kebun karet Bangun dengan posisi duduk.

Menurut hakim, terdakwa Aldi dan Riski telah melakukan pembunuhan terhadap korban Canda Prayoga (13) yang ditemukan sudah menjadi mayat, di kebun karet dalam posisi duduk. Pembunuhan itu dilakukan, RBP dan M Aldi, pada Sabtu, 4 April 2020, lalu.

Mayat korban  ditemukan, di areal kebun karet PTPN III Bangun,  pada Rabu, 8 April 2020 lalu, oleh seorang penggembala sapi dan melaporkannya ke Polsek Bangun. Keduanya nekat menghabisi nyawa korban, demi mendapatkan sepeda motor dan handphone korban.

Terdakwa mau melakukan pembunuhan karena terdesak hutang untuk menebus sepeda motornya yang sempat digadaikan seharga Rp500 ribu. Sebelum melakukan aksinya, terdakwa Aldi dan Riski, mengundang korban untuk minum – minum, di rumah Aldi.

Pada tengah malam itu, Aldi  mengajak korban dengan alasan menemui cewek dan bersama Riski menuju kebun karet. Dan disitulah korban dicekik hingga tewas. Para pelaku mengambil cangkul dan menggali tanah yang tak cukup dalam, lalu mengubur korbannya dalam posisi jongkok, ditutup tanah dan dedaunan.             

Barang curian, berupa HP dijual kepada Khoirul Laksono als Kopral, di Bukit Maraja, seharga Rp850 ribu. Sedangkan sepeda motor korban, dijual para terdakwa, bersama Kopral ke Tebingtinggi. Sepeda motor korban dijual seharga Rp1.750.000 kepada Rudi dan uangnya Rp500 ribu digunakan untuk menebus sepeda motor yang digadaikan. Sisanya dibagi dan digunakan untuk minum- minum, di Bukit Maraja.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!