HETANEWS.COM

Walau Profitabilitas Menurun, Bankir Masih Yakin Kinerja Bisa Tetap Terjaga

ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di kantor cabang BCA Tangerang Selatan, Jumat (17/4). Manajemen PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengambil langkah kebijakan terkait Pedoman PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus atau Covid-19 dengan kembali melaku. Foto: KONTAN/Carolus Agus Waluyo

Jakarta, hetanews.com - Di tengah perlambatan ekonomi, kemampuan bank untuk mencetak laba di tahun ini pun ikut melemah. Hal ini sebenarnya bisa terlihat dari rasio profitabilitas seperti Return on Asset (ROA) perbankan yang terus melandai. 

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan per Mei 2020 ROA perbankan secara industri ada di level 2,08%. Posisi ini menurun dari periode Mei 2019 lalu yang masih sempat ada di kisaran 2,61%. Bukan cuma itu, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya posisi ROA di Mei 2020 bisa dibilang yang paling rendah. 

Namun, bukan berarti perbankan tidak melakukan upaya untuk bisa mencatat laba tahun ini. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) misalnya yang tetap percaya diri tahun ini laba bersih bisa tumbuh lebih tinggi dari tahun lalu.

"Optimisme laba kami adalah karena setelah PSBB jumlah debitur yang direstrukturisasi kelihatan melandai dan diperkirakan akan terus membaik," ujar Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury, Minggu (9/8) malam. 

Sebagai informasi saja per semester I 2020 posisi ROA BTN ada di level 0,63%. Posisi tersebut memang menurun dari periode setahun sebelumnya 1,12%. Dalam presentasi perusahaannya, BTN menargetkan di akhir 2020 ini ROA bisa dijaga di kisaran 0,4%-0,5%. 

Sebelumnya, Pahala juga menuturkan kalau tahun ini bank bersandi bursa BBTN ini memang mengincar laba sebesar Rp 1,1 triliun sampai Rp 1,2 triliun. Adapun per kuartal II 2020 BTN sudah membukukan laba bersih sebesar Rp 768 miliar, jumlah ini menurut perseroan lebih baik dari ekspektasi ketika pandemi Covid-19 pertama diumumkan di bulan Maret 2020. 

Lalu ada juga PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) yang yakin profitabilitas bisa membaik di akhir tahun. Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha bilang, cara untuk mencapai target tersebut antara lain dengan menekan biaya dana serta meningkatkan volume ekspansi. 

Sementara itu posisi ROA Bank Jatim di bulan Juni 2020 lalu ada di level 2,73%. Realisasi tersebut memang menurun dari tahun sebelumnya yang pernah menyentuh 3,5%. "Tahun ini target ROA minimal 2,7%," ujar Ferdian. 

Perlambatan dari sisi profitabilitas juga dialami oleh bank besar. Salah satunya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang mencatatkan ROA 3,1% per semester I 2020. Walau terbilang tinggi dibandingkan industri perbankan, posisi tersebut juga turun dari tahun lalu yang sebesar 3,7% atau menyusut 0,6%. 

Meski begitu, Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengatakan, di tengah tantangan situasi pandemi pihaknya masih punya ruang yang cukup untuk menjaga kinerja yang solid. Lihat saja, posisi permodalan tau capital adequacy ratio (CAR) BCA ada di level 22,9% jauh di atas ketentuan regulator.

"BCA juga membukukan rasio pengembalian terhadap aset (ROA) 3,1% dan pengembalian terhadap ekuitas (ROE) 15,6% pada semester I 2020," ujar Vera.

Tapi, BCA juga tidak mau menutup kemungkinan bahwa pandemi Covid-19 dan ketidakpastian ekonomi berpotensi mempengaruhi rasio profitabilitas. Untuk itu, saat ini prioritas perseroan adalah dengan menjaga likuiditas. 

"BCA tidak memasang target tertentu karena naik turunnya ROA dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan roda bisnis perusahaan," sambungnya. 

Kepala Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma pun sependapat dengan para bankir. Menurutnya, perlambatan ekonomi sebagai dampak pandemi pastinya akan mempengaruhi kinerja seluru bank. Tanpa kecuali bank besar.

"Penyebabnya karena banyaknya restrukturisasi kredit dan kehati-hatian bank untuk melempar kredit," kata Suria. 

Dia juga memperkirakan, empat bank besar di Tanah Air pun tak luput dari perlambatan tersebut. Untuk bisa mengantisipasi hal tersebut, menurutnya perbankan juga harus bisa menjaga efisiensi, seperti menekan biaya dana (cost of fund/CoF) agar penurunan laba bisa lebih diredam. 

Sumber: kontan.co.id

Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!