HETANEWS.COM

Dua Sejoli Mantan Napi Didakwa Lagi Jadi Kurir Sabu di PN Siantar

Pasangan sejoli pengedar sabu saat mengikuti jalannya sidang. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Pasangan dua sejoli, Jul Safri Yatno als Afri (28), warga jalan Kasuari, Siantar Barat dan Annesia Sembiring als Ane (30), warga jalan Melanthon Siregar, Siantar Simarimbun, kembali didakwa sebagai kurir atau menjadi perantara dalam jual beli narkotika. Perkaranya disidangkan, di Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar, secara online, Senin (10/8/2020).

Keduanya merupakan mantan napi (residivis) dalam kasus yang sama.

Sesuai dakwaan jaksa, RO Damanik SH, keduanya ditangkap dari dalam kamar kos terdakwa Anes, di jalan Melanthon Siregar, Gang PD, pada Jumat, 13 Maret 2020, lalu.

Saat sedang mengkonsumsi sabu, petugas mengetuk pintu kamar dan kedua terdakwa berupaya menghilangkan barang bukti.

Polisi menyita dua paket sabu dan uang hasil penjualan sabu sebesar Rp400 ribu, dan berbagai alat yang digunakan untuk mengkonsumsi sabu. Anes dan Afri mengakui, jika sabu tersebut adalah milik Lomo (DPO) yang akan diedarkan dan diterima kedua terdakwa, dua hari sebelum penangkapan.

Sabu sebanyak 5 gram, dibagi menjadi 20 paket kecil dan dijual, di rumah Guntur (DPO), jalan Kasuari. Sabu dijual kepada siapa saja yang tidak dikenal, seharga Rp1.100.000.-.

Dan sabu yang belum terjual, dititipkan di rumah Guntur dan keduanya hanya membawa 2 paket untuk dikonsumsi, di tempat kos.

Kedua terdakwa mengakui, jika uang Rp400 ribu adalah sisa dari Rp1.100.000 yang sudah disetorkan kepada Lomo.

 Jaksa penuntut umum, Robert Damanik, menjerat keduanya dengan pasal 114 (2) atau kedua melanggar pasal 112 (2) UU RI No 35/2009 tentang tanpa hak atau melawan hukum mengedarkan narkotika.

Surat dakwaan jaksa dan juga keterangan saksi-saksi, dibenarkan para terdakwa. Dalam persidangan, kedua terdakwa didampingi pengacara prodeo dari Posbakum PN Siantar yang dihunjuk oleh majelis hakim.

Untuk mendengarkan tuntutan jaksa, persidangan akan dilanjutkan, pada Rabu (19/8/2020).

"Untuk tuntutan jaksa, sidang ditunda hingga Rabu tanggal 19 Agustus 2020,"kata ketua majelis hakim, Danar Dono, didampingi dua hakim anggota, Simon CP Sitorus dan Hendrik SH.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan