HETANEWS.COM

Intelijen AS: Cina Akan Cegah Donald Trump Menangi Pilpres Amerika

Presiden AS Donald Trump mengamati alat penyeka swab test disaksikan Wakil Presiden Eksekutif Hardwood Timothy Templet dan Sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan (HHS) Alex Azar melihat selama tur fasilitas manufaktur Produk Medis Puritan, di Guilford, Maine, AS, Jumat, 5 Juni 2020. Foto: REUTERS/Tom Brenner

Jakarta, hetanews.com - Agen kontra intelijen Amerika memperingatkan bahwa Rusia, Cina, dan Iran akan berupaya mengintervensi jalannya Pilpres Amerika pada November nanti. Hal itu dikarenakan mereka memiliki kepentingan politik dengan Amerika.

Cina, misalnya, memiliki agenda untuk memastikan Donald Trump tidak memenangai Pilpres Amerika lagi. Mereka menganggap Donald Trump terlalu sulit ditebak sehingga berbahaya untuk kepentingan-kepentingan Cina.

"Pantauan kami, Cina tidak ingin Donald Trump, yang dipandang sulit ditebak, memenangi Pilpres Amerika lagi," ujar Direktur Pusat Kontra Intelijen dan Keamanan Nasional Amerika, William Evanina, dikutip dari Channel News Asia, Sabtu, 8 Agustus 2020.

Cina, ujar Evanina, akan menggunakan berbagai teknik untuk mempengaruhi jalannya Pilpres Amerika. Salah satu di antaranya adalah penyebaran disinformasi secara online untuk mempengaruhi persepsi publik terhadap Donald Trump.

Contoh lain adalah kritik yang konsisten terhadap Donald Trump. Beberapa isu yang rutin dikritik adalah cara Donald Trump menangani virus Corona, penutupan Konsulat Jenderal Cina di Houston, konflik Laut Cina Selatan, hingga yang terbaru masalah pemblokiran aplikasi asal Cina.

"Cina telah memperluas upayanya untuk mempengaruhi peta politik Amerika, termasuk menekan figur yang bertentangan dengan Cina. Cina menyadari bahwa semua hal itu akan menentukan hasil Pilpres Amerika," ujar Evanina.

Donald Trump, di sisi lain, memang mengkhawatirkan pengaruh Cina terhadap Pilpres Amerika. Langkah terbarunya adalah melarang segala transaksi apapun dengan ByteDance (pemilik TikTok) dan Tencent (pemilik WeChat) dengan tuduhan mereka mengirim data publik ke Partai Komunis Cina. TikTok sendiri, beberapa pekan lalu, sudah digunakan untuk mengerjai kampanye Donald Trump di Tulsa, Oklahoma.

Sumber: tempo.co

Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!