HETANEWS.COM

Forda UKM Siantar-Simalungun Minta Tidak Dipersulit Masalah Perijinan dan Tindak Pelaku Pungli

Ilustrasi pungli. (Int)

Siantar, hetanews .com  - Para pelaku usaha yang bernaung di Forum Daerah Usaha Kecil Menengah (Forda UKM) Siantar-Simalungun, meminta dukungan pemerintah, seperti dalam masalah perijinan agar tidak dipersulit.

Ketua Forda UKM Siantar-Simalungun, Hindra Umas, didamping Sekretaris, Suryadi winata, dan Bendahara,  Erwin Chanaka, juga berharap agar Pemerintah menindak tegas oknum yang berusaha mencari-cari kesalahan agar bisa mendapatkan sesuatu atau pelaku pungutan liar (Pungli).

“Para oknum ini terkadang datang untuk mencari-cari kesalahan yang membuat kita tidak nyaman dan terusik,” ujar Hindra, kepada hetanews, Sabtu (8/8/2020).

Kata Hindra, kalau pun ada perubahan dalam mengurus ijin usaha, kiranya disosislisasikan kepada para pelaku usaha.

Karena terkadang, perubahan itu yang dimanfaatkan para oknum tidak bertanggungjawab. Dan bila ada perubahan, para pelaku usaha siap untuk memenuhi semuanya, ungkapnya.

Baca juga: Keluhan Pelaku Usaha di Saat Pandemi Covid-19, Mulai Omset Menurun hingga Memikirkan Karyawan

“Kita siap memenuhi semua ijin-ijinnya. Kita juga pernah melakukan sosialisasi dengan dinas terkait masalah ijin. Kita memohon agar ada sosialisasi kepada para pelaku usaha, sehingga diketahui dan apabila ada revisi Undang-undang UKM, juga agar disosialisasikan,” pintanya.

Saat disinggungung hetanews, bentuk pemerasan seperti apa yang pernah dilakukan kepada para pelaku usaha? Dan apa alasan tidak melaporkannya?

Menjawab itu, Sekretaris Forda, Suryadi Winata dan Bendahara, Erwin chanaka mengatakan “kalau pelaku usaha yang lain, pernah bercerita, mereka takut melapor  kerena ujung-ujungnya takut dipersulit dalam pengurusan ijin usaha”.

“Di lapangan banyak yang terjadi kutipan kepada para pelaku usaha dari beberapa oknum. Contonya untuk melakukan bogkar barang saja, banyak oknum yang meminta jatah bongkar. Kita itu tidak keberatan kalau ada oknum yang bongkar muat, tetapi maunya jelas yang mana satu oknumnya. Jadi maunya adalah peran pemerintah untuk mengawasi,  mana sih yang legal. Karena mau sampai lima dan bahkan enam kubu yang datang, gimana kita mau menghadapi mereka semua,” terangnya.

Erwin berharap, kiranya ada solusi dari Pemerintah terhadap situasi ini. Forda UKM Siantar-Simalungun siap hadir,  dan duduk bersama untuk mengambil solusi  yang terbaik, katanya.

Penulis: leonardo. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan