HETANEWS.COM

Petani Madu Takoma Ini Beruntung di Tengah Pandemi Covid-19

Slamet Suryadi, memperlihatkan penangkaran lebah madunya. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Slamet Suryadi, petani penghasil Madu Takoma, di Desa Sait Buttu Saribu, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, mengaku beruntung, di tengah pandemic Covid-19 yang melanda belahan dunia.

Tapi, hal itu bukan berarti mengaminkan situasi Covid-19, karena semua pasti berharap, agar musibah ini cepat berlalu sehingga kondisi perekonomian kembali pulih seperti sedia kala.

Petani penghasil madu ini, mengaku kewalahan karena banyaknya permintaan pasar. "Kami kewalahan sekarang ini, permintaan saat ini ada 90 kg madu, tapi yang terpenuhi baru 70 kg,"ungkap Slamet yang sudah 6 tahun beternak lebah, di desanya.

Usaha ini terus berkembang dan maju, bersama beberapa kelompok masyarakat dalam pengembangannya.

Sehingga madu tidak hanya ada di penangkaran, tapi ada juga di Nagori Manik Huluan dan kebun kebun warga, ungkapnya.

Kepada wartawan, Sabtu (8/8/2020) siang tadi, Slamet mengaku sudah 6 tahun beternak lebah dan menghasilkan madu berkualitas baik.

Dikatakannya, saat ini ada sekitar 40 stup (kotak) di penangkaran yang letaknya tidak jauh dari kediamannya.

Sebahagian stup diletakkan, di Manik Huluan dan kebun warga atau Pokmas (kelompok masyarakat) yang berjumlah 10 orang. Karena di penangkaran makanan sangat terbatas, ujarnya.

Produk Madu Takoma. (foto/ay)

Penangkaran terlihat asri, karena faktanya lebah juga memerlukan lingkungan yang  tenang, ada sumber air dan makanan. Lebah harus keluar dari setup untuk mencari nutrisi dan menghasilkan madu, katanya lagi.

Produksi madu menjadi baik jika musim panas, dari madu mentah hingga siap dikonsumsi, hanya diperlukan waktu sekitar 21 hari. Namun jika cuaca hujan, maka diperlukan waktu lebih dari 1 bulan, sebut Slamet.

Madu Takoma telah dipasarkan di wilayah Sumbagut, Aceh dan sebahagian kecil ke Pulau Jawa dan Batam, jelasnya.

Tempat ini, baru saja dikunjungi Wagubsu, H Musa Rajekshah, pada Idul Adha kemarin. Wagubsu usai melaksanakan qurban di Tigaras,  singgah di penangkaran lebah tersebut dan menjanjikan akan mengurus sertifikasi halal produk madu Takoma, sehingga bisa memasuki pasar internasional, ungkapnya.

Slamet juga merasa senang karena telah mendapatkan bantuan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, melalui PSBI (Program Sosial Bank Indonesia), berupa baju pengaman, glodok, stup dan koloni bibit lebah super.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!