HETANEWS.COM

Haruskah Pemerintah Melepaskan Tanggungjawabnya Pada Anak Bangsa

Ilustrasi : Pendidikan sebagai jalan merubah dunia lebih baik

Catatan Redaksi

Siantar, Hetanews.com – Dalam pemberitaan sebulan terakhir, kita mulai sering mendengar beragam keluhan masyarakat sekitar kita tentang anak anak mereka yang sekolah dari rumah.

Gara-gara sekolah online ini anakku ntah jadi apa. Rambut gondrong, tidur tak teratur, HP terus dipelototin. Kalo ditanya katanya nungguin gurunya online. Tapi ntah berapa kali kutangkap basah malah nge-game.”

“Si Ucok malah makin gila kereta. Ntah apa apa dipretelin-nya kereta dirumah.”

Baca juga: Mendikbud jadwalkan nasib belajar tatap muka

“Anakku pun gitu, tak masuk masuk kuliahnya. Ntah kapan dia tamat. Katanya malah rektornya kena covid. Ampunlah…Ntah mau jadi apa.”

“Lah…mending. Dirumah tiap hari perang rebutan HP. Mana HP cuma 2, satu kupake ngojek, satu dipake mak butet jualan online.”

Sederet keluhan orangtua terkait sekolah online ini, sering dikenal sekolah daring-luring, akan lebih sering kita temui kedepannya. Isu pilkada yang biasanya hangat, kini tenggelam.

Pendidikan mencerdaskan semua

Ini menjadi catatan penting bersama bahwa secepatnya pemerintah daerah harus ambil-alih tanggungjawab pada perlambatan ekonomi yang kita alami. Terutama di sektor pendidikan dan ekonomi padat karya.

Jumat kemarin (7/8/2020) sejumlah kementrian sudah mensosialisasikan via room meeting terkait revisi SKB 4 Menteri tentang penyesuaian belajar tatap muka.

Keputusan paling menggelitik adalah pemerintah pusat seolah-olah perlahan melepaskan tanggungjawab pendidikan nasional pada pemerintah daerah.

Dinas pendidikan, dinas kesehatan provinsi/kota, bersama dengan Kepala Satuan Pendidikan akan berkoordinasi dengan Satgas PEN Covid-19 untuk menghandle hal hal terkait resiko penyebaran covid-19.

Hal itu termaktub juga dalam Penyesuaian Keputusan Bersana 4 Menteri Tentang Panduan Pembelajaran Di masa Pandemi Covid-19 yang dipublikasikan Setkab pada 7 Agustus 2020 dan sosialiasi online via zoom room di sore harinya pukul 18.00wib

Baca juga: Ijin Pemda Terkait Buka/Tutup Sekolah

Bagi daerah yang berada di zona oranye dan merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan Belajar dari Rumah (BDR). Sementera bagi zona kuning dan hijau, penyesuaian menjadi tanggungjawab daerah masing masing.

Hal ini justru semakin menggelitik, karena amanat UU kita UUD 1945 Pasal 31 dan 32 secara tegas dan terang menyatakan bahwa pendidikan adalah tanggungjawab negara, dalam hal ini pemerintah pusat melalui kementriannya.

Disisi lain akibat pedoman pembelajaran baru ini, kementrian melepaskan sebagian beban tanggungjawabnya kepada daerah dengan rasionalisasi daerahlah yang mengetahui kondisi masyarakatnya.

Kementrian hanya secara tegas tetap melarang kegiatan belajar mengajar di zona merah dan orange, sementara zona kuning dan hijau diserahkan ke daerah.

Sejak pembukaan sampai isi UUD 1945 terutama pasal 31 dan 32, ada amanat yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan dan Negara membiayainya, semuanya demi tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pendidkan adalah senjata paling mematikan

Hal senada justru semakin dipertegas dalam UU NO.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menempatkan tujuan Sistem Pendidikan Nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan jaman.

Atas dasar semua amanat UU itu, sudah seharusnya pemerintah  pusat memegang kendali penuh atas jaminan pendidikan bagi setiap anak bangsa.

Pemerintah tidak sewajarnya membagi tanggungjawab besar ini ke daerah, karena ini bukan hanya soal laporan matematis diatas kertas. Tapi justru menyangkut nasib seluruh anak bangsa ini di masa depan, mulai dari aspek psikologis, kecerdasan IQ EQ, dan beragam dampak domino bagi  perkembangan masyarakat Indonesia.

Salam, Ing Ngarso Sung Tulodo. DI depan memberi tauladan.

Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan