HETANEWS.COM

Soal Perusahaan Nakal di Kawasan Danau Toba, Ini Sikap Wagner Damanik dan Radiapo Sinaga

Foto ilustrasi Keramba Jaring Apung (KPA) yang diduga mencemari air Danau Toba. (Int)

Siantar, hetanews.com – Diskusi yang digelar GMKI Cabang Siantar – Simalungun, pada Kamis (6/8/2020), lalu, di 2DP Cafe Siantar, semakin hangat.

Apalagi saat moderator, Gading S, menanyakan jurus pembangunan pariwisata ramah lingkungan, kepada Bakal Calon (Balon) Bupati yang hadir, yaitu Wagner Damanik dan Rikanson Jutamardi Purba, mewakili Balon Bupati Simalungun, Radiapo Sinaga.

Menjawab moderator, Wagner menyebutkan, dirinya bakal mengevaluasi kembali manfaat perusahaan-perusahaan, di sekitar Danau Toba, dan tak akan gentar untuk menendang perusahaan tersebut, bila terbukti  mencemari Danau Toba.

Sementara Rikanson menyebutkan, membangun Danau Toba yang ramah lingkungan, memerlukan komitmen kuat dari calon pemimpin, agar bisa arif dan terlepas dari banyak intervensi.

"Bahkan pemerintah pusat saja belum tentu bisa menutup perusahaan nakal itu, yang terpenting adalah komitmen dengan membentuk regulasi yang bisa menertibkan perusahaan nakal itu supaya tertib, dan kami bakal berhati-hati memberikan izin AMDAL,"ujar Rikanson.

Rikanson menerangkan, jurus yang mereka miliki adalah berani untuk menertibkan perusahaan maupun kelompok individu yang memiliki usaha tidak ramah lingkungan, sehingga berpotensi mencemari lingkungan.

Baca juga: Beda Dengan Wagner Damanik, Radiapo Sinaga Sebut Fokus Pemulihan Ekonomi Dulu

Baca juga: Wagner Damanik: Covid – 19 Ganggu Semua Sektor, Pelaku Usaha dan Pariwisata Perlu Disokong

Baca juga: Diskusi GMKI Dihadiri Balon Bupati Simalungun Wagner Damanik dan Perwakilan Radiapo Sinaga

Diskusi juga dilengkapi tanggapan oleh penanggap, Richar Sidabutar dan May Luther Sinaga, masing-masing memberikan tanggapan, bahwa masalah Danau Toba bukan sesederhana pemaparan narasumber, melinkan sudah kompleks, sehingga dibutuhkan pembahasan komperhensif.

"Faktanya pemerintah pusat sudah memerintahkan 0 KJA, Bupati sekarang malah membuka baru. Ini keprihatinan yang tidak bisa dibiarkan pemimpin yang baru," ujar Richard.

Foto bersama usai acara diskusi.

Richard juga meminta agar para calon Bupati membentuk sebuah peraturan yang mempedomani Perpres 81/2014 agar lembangunan pariwisata Danau Toba, sejalan dengan rencana tata ruang kawasan Danau Toba. Selain itu, Richard menilai kedua calon Bupati harusnya berkomitmen membentuk peraturan yang mempedomani Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) agar aspek amenitas dalam ilmu pariwisata dapat dipenuhi sehingga pariwisata danau toba tidak jadi klaster baru penularan Covid - 19.

Penanggap lainnya, May Luhter Sinaga menyoroti banyaknya konflik lahan antara masyarakat dengan pemerintah maupun korporasi, membuat pelancong enggan berwisata.

"Kami mau Bupati yang baru punya strategi manajemen konflik supaya tidak ada konflik yang berkepanjangan." ujar Luther.

Luther juga berharap agar para calon Bupati yang punya banyak program ini dapat berkomitmen tidak korupsi sehingga dapat tulus melayani masyarakat simalungun.

Diakhir diskusi, Wagner Damanik mengapresiasi kegiatan diskusi GMKI yang interkatif sebagai forum gagasan.

Dia berharap, kedepannya GMKI mampu mencerdaskan masyarakat untuk memilih bupati yang punya latarbelakang dan visi-misi yang baik.

"Saya berani datang kesini karena saya mau berdiskusi dengan kaum mahasiswa, dan disini kita bukan berbicara isi tas melainkan gagasan-gagasan," kata Wagner.

Sementara Rikanson menyampaikan permohonan maaf Radiapo-Zonny yang sedang berada diluar kota, sembari turut berterimakasih sudah diundang karena diskusi ini merupakan sebuah diseminasi gagasan.

"Perdiskusian ini diperlukan sebagai proses mendewasakan demokrasi, supaya masyarakat semakin kenal siapa calon yang layak memimpin kedepan. Apakah pak Radiapo atau pak Wagner, siapapun itu harus punya niat baik membangun Simalungun," ujar Rikanson yang menyebut, walau berkompetisi di Pilkada, Wagner Damanik juga merupakan saudaranya.

Diskusi yang dipandu oleh Gading S itu, diwarnai tanggapan interaktif para peserta melalui sambungan virtual, dan ditutup dengan  foto bersama.

Penulis: tim. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!