HETANEWS.COM

Pengakuan Calon Pengantin Wanita "Aku Yang Pertama Kali Tahu"

Desy ditemani ibu dan kakaknya di rumahnya. (Foto/ay)

Siantar, Hetanews.com - Desy Julianty Tanjung (22) seyogianya hari ini Jumat (7/8) melangsungkan akad nikah di kantor KUA Siantar Barat bersama M Alfarizy als Aldy (20) yang baru saja mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis pada Rabu (5/8) kemarin.

Dengan berlinang air mata, Desy menceritakan kesedihannya kepada beberapa media yang datang ke rumahnya di jalan Batalyon Kelurahan Bukit Sofa Kecamatan Siantar Sitalasari, Jumat pagi ini.

"Saya sedih, karena banyak berita simpang siur, bahkan banyak yang berasumsi negatif dengan saya. Berbagai komentar di akun facebook menyalahkan saya meski banyak juga yang berkomentar positif. Hal ini sangat mengganggu mental saya dan juga keluarga" katanya saat didampingi sang ibu, nenek, pakde dan kedua saudara perempuannya.

Saya dibilang cekcok dengan Aldy, yang pertama kali mengetahui Aldy sekarat adalah adiknya, masalah sinamot menjadi bahan gunjingan. Padahal bukan demikian fakta sebenarnya, kata Desy sambil menangis.

Baca juga: Heboh calon pengantin bunuh diri, ini kesaksian tetangga

Menurut Dessy, pagi itu pukul 6.25wib masih berkomunikasi melalui chat WA, dan pukul 6.32wib  atau sekitar 7 menit Desy datang ke rumah Aldy di Jalan Seram Gg Selamat karena perasaannya tidak tenang.

Saat sampai di rumah melihat di atas sepeda motor Aldy ada sebuah tas berisi linggis, parang, baju dan juga uang. Sehingga terlihat jelas memang Aldy mau pergi menemui Desy sesuai pesan WA nya.

Tapi Desi semakin tidak tenang dan langsung masuk ke rumah yang tidak terkunci karena salamnya tidak di jawab. Ayah Aldi tertidur di depan TV dan adiknya tidur di kamar. Lau menuju dapur dan melihat Aldy berdiri membelakanginya, tapi tetap diam meski dipanggil. 

Hingga Desy melihat tali tergantung dileher dan teriak, seketika ayah dan adik Aldi terbangun. Ayah Aldi, Karmidi (50) langsung memotong tali tersebut, tapi Aldy hanya dibaringkan saja disitu sambil menunggu polisi.

Disitu saya sangat kecewa, karena saat itu Aldi masih hidup, saya juga sempat memberikan nafas buatan. Saya menangis dan terus mendesak agar Aldy dibawa ke rumah sakit, tapi keluarga Aldy (ayahnya) bersikeras menunggu polisi datang.

"Hampir 2 jam Aldy menunggu, akhirnya tubuh Aldy yang masih hangat diletakkan di ruang tamu, sudah hampir jam 10 baru polisi datang" kata Desy kecewa.

Desy juga menyesalkan dengan pernyataan adanya cekcok antara kami, ungkapnya. Sudah sejak SMP kami pacaran dan keseriusan sudah 7 tahun hingga memutuskan menikah. "Kami gak pernah cekcok, apalagi masalah materi" kata Desy.

“Kami sudah siap mengadakan pesta pernikahan, bahkan semua sudah dipanjari mamak, dari mulai Catherine, pelaminan, musik dan lainnya. Persiapan sudah 90 persen hanya tinggal pelaksanaan” Ujarnya menambahkan

Aldy cuma mengeluhkan kalau bisa mamaknya hadir mendampinginya dalam akad nikah dan pesta pernikahannya. Karena ayah Aldy dan mamaknya sudah lama berpisah. "Cuma itu keluhan Aldy" kata Desy.

Bahkan Aldy sempat mengajak Desy pergi menemui mamaknya di Pekanbaru, tapi karena waktu pernikahan sudah sebentar lagi jadi tidak mungkin, sebutnya sedih.

Penulis: ay. Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan