HETANEWS.COM

Cerita Teror Makanan di Surabaya yang Viral

Posting-an yang viral

Surabaya, hetanews.com - Warga Surabaya diteror 3 makanan yang tak dia pesan. Karena merasa kasihan dengan ojek online yang mengantar, akhirnya warga membayar makanan tersebut.

Makanan itu dipesan akun Hariadi Lukito menggunakan jasa ojek online. Hariadi Lukito menyertakan alamat korban sebagai alamat tujuan pengiriman makanan tersebut. Sehingga tiga makanan yang dipesan diantar ke rumah korban. Ceritanya kini viral setelah tetangga korban yakni Rachmad Effendi (59) curhat di media sosial.

Pantauan detikcom, cerita teror makanan itu di-posting Rachmad di akun Facebook-nya, Rachmad Lukadi Dada. "Tlng ya mas,Yg merasa pake nama HARIADI LUKITO,anda sdh menyengsarakan rekan2 OJOL..Anda psn 3 makanan sekaligus pake alamat tetangga sy. PitzaaHut,Nasi bebek dan Warung Mapan total hampir 400rb.Semuanya Fiktif!!," berikut posting-an Rachmad seperti yang dilihat detikcom, Kamis (6/8/2020).

"Bagimana jk itu trjdi pd keluarga anda? Apa nalar dan hatimu sdh beku? Rekan2 GoJak /GoFood cari sesuap nasi utk keluarga mereka secara halal. Kejadian barusan di Wil.Ngagel Mulyo -Surabaya," tambahnya.

Saat dikonfirmasi, Rachmad membenarkan bahwa dirinya yang menulis itu. Menurutnya, kejadian itu terjadi pada Rabu (5/8) di Ngagel Mulyo Gang 5, sekitar pukul 12.00 WIB.

Saat itu, terang Rachmad, tetangganya di rumah nomor 18 mendapat tiga kali kiriman makanan yang tidak dipesannya. Meski alamat orderan makanan itu benar, namun pemesannya tidak sesuai dengan nama penghuni di rumah tersebut.

"Ada tiga order makanan. Jaraknya yang pertama ke order kedua sekitar 5 menit, dan kedua ke order ketiga sekitar 15 menit dalam sehari. Gak sampai setengah jam itu ada tiga order," terang Rachmad kepada detikcom.

"Nama pemesannya juga sama semua Hariadi Lukito. Tapi ndak ada. Semua gang yang ada di situ gak ada nama itu. Saya juga sudah cari di gang sebelah juga gak ada nama itu," imbuhnya.

Rachmad menuturkan, dirinya mengetahui itu setelah ada ramai-ramai di sekitar rumahnya. Setelah dicek keluar ternyata ada tiga ojol yang membawa pesanan makanan itu.

"Waktu itu kok di depan ada ramai-ramai terus saya keluar. Terus bilang alamatnya benar tapi nama pemesannya gak ada. Saya ini mantan pengurus kampung di sini memang gak ada nama itu kalau alamat memang benar," ujar Rachmad.

Karena kasihan pada pemilik rumah yang menjadi korban teror makanan, dan pada driver ojek online yang telah membeli dan mengantar, akhirnya warga membantu meringankan beban korban dengan ikut membayar makanan tersebut."Order fiktif gak ada pemesannya ini baru pertama kali di sini. Makanya tetangga saya yang alamatnya dituju ini bingung. Sebelum-sebelumnya gak ada seperti ini," tegasnya.

"Padahal mereka gak pesen tapi akhirnya ada warga yang mau membayar tiga order itu. Ada nasi bebek, terus makanan dari warung Mapan dan Pizza yang senilai Rp 250 ribu," tutur Rachmad, tetangga korban, Kamis (6/8/2020).

"Tetangga saya yang alamatnya rumah nomor 18 yang alamatnya dituju juga ikut bayar order itu. Kalau gak salah yang nasi bebek senilai Rp 60 ribu," tambahnya.

Gojek lalu angkat bicara soal mitranya yang mendapat 3 pesanan makanan dari akun Hariadi Lukito. "Kami sangat menyayangkan atas kejadian prank pesanan GoFood yang merugikan mitra driver dan pelanggan GoFood di Surabaya. Tim Gojek sedang menginvestigasi mengenai hal ini," kata Head, Regional Corporate Affairs Jatim & Bali Nusra Alfianto Domy Aji dalam keterangan resminya yang diterima detikcom, Kamis (6/8/2020).

Domy menjelaskan, jika memang benar ada prank pesanan makanan, ia mengimbau mitra untuk segera melaporkan ke kantor setempat dan mengajukan klaim. Sedangkan untuk makanan yang terlanjur dipesan, Domy menyarankan disumbangkan ke yang membutuhkan.

"Jika memang benar terjadi prank, mitra driver Gojek yang telah dirugikan dalam kejadian tersebut dapat mengajukan klaim ke kantor Gojek, untuk mendapat penggantian kerugian atas kejadian ini, serta menyumbangkan pesanan tersebut ke panti asuhan atau panti jompo sesuai dengan ketentuan SOP yang berlaku," jelasnya.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu aktivitas sesama pelanggan dan juga mitra Gojek. Apalagi yang bersifat tidak pantas," terangnya.Tak hanya mitra, Domy juga meminta masyarakat yang merasa dirugikan karena adanya pesanan tersebut, agar tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu hubungan pelanggan dan mitra. Pihaknya juga siap melakukan tindakan tegas kepada akun yang tak bertanggungjawab dengan pemesanan tersebut.

"Gojek siap mengambil tindakan tegas dengan memblokir akun bersangkutan, sehingga mendukung jalannya proses hukum lebih lanjut apabila terdapat laporan kepolisian berdasarkan laporan pelanggan," pungkas Domy.

Sumber: detik.com 

Editor: suci.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!