Simalungun, hetanews.com - Surya Andika Wahyudi alias Kinoi (31), akhirnya divonis 2 tahun 6 bulan penjara karena terdakwa terbukti menghisap sabu. Putusan tersebut, dibacakan hakim, pada sidang online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (5/8/2020).              

Vonis hakim, pimpinan Roziyanti ini, lebih ringan dari tuntutan jaksa, Saman Dhohar Munthe SH yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 3,6 tahun.

Terdakwa Kinoi, penduduk Huta I Nagori Dolok Malela, Kecamatan Gunung Malela, dinyatakan terbukti bersalah, melanggar pasal 127 (1) huruf a UU RI No 35/2009 tentang penyalahgunaan narkotika bagi diri sendiri.              

Terdakwa telah terbukti, pada Jumat, 21 Februari 2020, pukul 19.00 WIB, mengkonsumsi sabu di rumah kosong, di Huta III Nagori Gajing, Kecamatan Gunung Malela Simalungun. Sisa sabu seberat 0,4 gram di atas kaca pirex, disita anggota Polres Simalungun, M Yunus Manurung, Donal Tobing, Ariska Sibarani dan P Lumban Raja dan dinyatakan dimusnahkan.               

Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa, sambil duduk di lantai rumah kosong, bersama dengan dua temannya, yakni  Herman dan Togar (terdakwa terpisah). 

Sabu tersebut dibeli terdakwa seharga Rp  250  ribu dari Alai (DPO), di Tanjungbalai Asahan.              

Selain pidana penjara, terdakwa juga dibebankan membayar ongkos perkara sebesar Rp 5.000.- Hal yang memberatkan terdakwa, karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Dan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dipidana. Persidangan dibantu panitera, Jonathan Sinaga, dinyatakan selesai dan ditutup.