HETANEWS.COM

Lapdu Tidak Digubris, Macan Habonaran Duga Kejari Siantar Patok 2,5 Persen Setiap Proyek di Dinas PUPR

Jansen Napitu, Ketua LSM Macan Habonaran. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Kejari Siantar diduga mematok 2,5 persen untuk setiap proyek, di Dinas PUPR yang dikomandoi, Reinward Simanjuntak.

Makanya, laporan pengaduan (Lapdu) LSM Macan Habonaron, tidak ditanggapi, meski telah diterima, pada April 2020, lalu.

Hal itu dikatakan Ketua LSM Macan Habonaran, Jansen Napitu, kepada wartawan, Rabu (5/8/2020), di kantornya, jalan Senam  Siantar.

"Saya sudah konfirmasi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Herrus Batubara dan dia membantahnya,"jelas Jansen.

Jika tidak benar dugaan saya, bahwa Kejari tidak ada menerima 2,5 persen dari setiap proyek, seharusnya laporan saya segera ditanggapi, ungkap Jansen kesal.

Artinya, sudah 5 bulan laporan tidak digubris, dan jika dalam waktu seminggu ini tidak ada jawaban, maka pihaknya akan membuat surat ke pengawasan di Kejaksaan Agung.

"Kita sudah biasa membuat laporan ke pengawasan di Kejaksaan Agung, jika di tingkat Kejari tidak ada hasilnya,"jelas Jansen lagi.

Menurut Jansen, laporan pengaduan yang disampaikan ke Kejari Siantar yaitu terkait temuan BPK, adanya kerugian negara sekitar Rp11 M lebih, di Dinas PUPR Pemko Siantar yang dikomandoi Reinward. "Bukan main - main loh, itu temuan BPK dan itu uang rakyat, kepentingan masyarakat,"ungkapnya.

Setelah laporan tersebut diterima, diduga ada "permainan" dan diselesaikan melalui Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP). Reinward pun mengembalikan kerugian negara sekitar Rp300 juta lebih.

Tentu saja hal ini tidak masuk akal, BPK merupakan lembaga yang berwenang menghitung kerugian Negara, dalam kasus dugaan korupsi, jadi APIP tidak bisa seenaknya menghitung karena APIP merupakan lembaga internal pemerintah. Atas dasar apa Reinward hanya mengembalikan Rp300 juta, kata Jansen.

Jansen mengharapkan, Kejari Siantar segera membentuk tim untuk menindaklanjuti laporannya. Sehingga tidak ada kecurigaan terhadap Kejari Siantar.

Tapi jika tidak dilanjuti, artinya dugaan tersebut benar adanya, ujarnya. Saya akan segera mengadukan hal ini ke Pengawasan di Kejagung, tegasnya lagi.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!