HETANEWS.COM

Kemenkes Peringatkan Aqwam Minta Maaf Sebut Anjing Lebih Berguna dari Menkes

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Jakarta, hetanews.com - Kemenkes mengeluarkan surat peringatan kepada akun Twitter @aqfiazfan. Ia meminta pemillik akun Twitter Aqwam Fiazmi Hanifan minta maaf terkait postingannya soal anjing yang bisa deteksi orang terkena COVID-19.

Di akun Twitternya Aqwam mengomentari konten dari media Al Jazeera English. Isinya soal anjing di Jerman yang dapat mendeteksi orang yang terinfeksi COVID-19, dengan tingkat akurasi mencapai 94 persen.

Ia membubuhi tweet tersebut dengan narasi "Anjing ini lebih berguna ketimbang Menteri Kesehatan kita". Tweet tersebut kini tak dapat ditemukan lagi karena sudah dihapus.

Kemenkes Peringatkan Aqwam Minta Maaf Sebut Anjing Lebih Berguna dari Menkes (1)
Surat peringatan terkait penghinaan dan pencemaran nama baik Menkes dan Kemenkes. Foto: Kemenkes RI

Dalam suratnya, Kemenkes mengatakan terbuka dengan kritik dan saran. Namun, tweet Aqwam dinilai memuat unsur penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Menkes Terawan Agus Putranto dan juga Kemenkes.

"Menkes dan @kemenkesRI terbuka dengan kritik dan saran dari siapapun. Namun kami menilai unggahan saudara memuat unsur penghinaan dan pencemaran nama baik Menkes dan Kemenkes sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE," kata Kemenkes dalam keterangannya, Selasa (4/8).

Kemenkes Peringatkan Aqwam Minta Maaf Sebut Anjing Lebih Berguna dari Menkes (2)
Tweet Aqwam Fiazmi Hanifan yang sudah dihapus terkait anjing lebih berguna dari Menkes. 

Kemenkes meminta Aqwam menghapus tweet tersebut dan menyampaikan permintaan maaf secara tertulis di atas materai, dan diunggah di akunnya. Apabila dalam 2x24 jam tidak dilakukan, maka Kemenkes akan menempuh jalur hukum.

"Dengan ini, kami memperingatkan saudara Aqwam Fiazmi Hanifan untuk menghapus unggahan tersebut serta menyampaikan permintaan maaf secara tertulis kepada Menteri Kesehatan dan Kementerian Kesehatan di atas materai, diunggah di akun saudara dan dikirimkan ke Kementerian Kesehatan," tuturnya.

"Kami tunggu dalam waktu 2x24 jam terhitung sejak tanggal Selasa, 4 Agustus 2020. Apabila sampai tenggat waktu yang diberikan tidak ada itikad baik dari saudara, maka kami akan langsung menempuh jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku," pungkasnya.

sumber: kumparan.com

Editor: sella.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!