HETANEWS.COM

PBB Peringatkan Dunia tentang "Malapetaka Generasi" Sektor Pendidikan, Ini Sebabnya...

Seorang siswa SD dengan masker di wajahnya berjalan meninggalkan sekolah usai melakukan pendaftaran ulang pada hari pertama sekolah di Jayapura, Papua, Senin (13/7/2020). Foto: ANTARA/Gusti Tanati

Hetanews.com - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa dunia menghadapi ancaman sebuah "malapetaka generasi" pada sektor pendidikan, Selasa (4/8/2020). Peringatan ini disampaikan karena penutupan sekolah-sekolah yang terjadi di tengah pandemi corona yang masih terus berlangsung.

Guterres juga mengatakan bahwa membuat para siswa dapat dengan aman kembali ke ruang kelas harus menjadi sebuah prioritas teratas. Menurut dia, hingga pertengahan Juli, sekolah-sekolah di 160 negara masih ditutup.

Kondisi ini berdampak pada lebih dari 1 miliar siswa atau sekitar 60,5 persen dari total pelajar yang terdaftar.  Sementara itu, setidaknya 40 juta anak melewatkan pendidikan dini atau pre-school.

Melansir Straits Times, Selasa (4/8/2020), perlu diketahui, sebelum penutupan sekolah-sekolah dilakukan karena pandemi ini, ada lebih dari 250 juta anak-anak di dunia yang tidak dapat memperoleh pendidikan. Selain itu, hanya seperempat dari siswa sekolah menengah di negara berkembang yang memiliki keterampilan dasar.

"Saat ini, kita menghadapi sebuah malapetaka generasi yang dapat membuat potensi tak terhingga manusia menjadi sia-sia. Merusak perkembangan dalam beberapa dekade, dan memperburuk kesenjangan yang telah terjadi," kata Guterres saat meluncurkan kampanye PBB "Save our Future".

Prioritas utama

Guterres menilai bahwa saat transmisi lokal Covid-19 telah terkontrol, membawa kembali siswa-siswa ke sekolah dan institusi pembelajaran seaman mungkin harus menjadi prioritas utama. 

"Konsultasi dengan orangtua, wali, guru, dan anak-anak muda adalah hal yang fundamental," kata dia.

Rekomendasi PBB untuk memperhatikan dan mengembalikan kondisi pendidikan global sebagai prioritas dikeluarkan setelah Presiden AS Donald Trump mendorong sekolah untuk kembali dibuka.

Dorongan ini pun memperoleh sejumlah penolakan dari guru-guru dan orangtua dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih terus meningkat di sebagian besar wilayah negara.

Sebagaimana diketahui, sejak pertama kali diidentifikasi di China pada akhir Desember 2019, kini, virus corona telah menginfeksi lebih dari 18 juta orang di dunia. Menurut data yang dikumpulkan oleh Reuters, ada lebih dari 689.000 kasus kematian yang telah terjadi akibat virus corona baru ini. 

Negara yang mencatatkan kasus paling banyak sejauh ini adalah AS, yaitu dengan lebih dari 4 juta kasus dan lebih dari 100.000 kasus kematian. Kasus kematian di negara ini meningkat hingga 25.000 kasus pada bulan Juli dan jumlah kasus-kasus infeksi terus berlipat ganda di 19 negara bagian sepanjang Juli. 

Sumber: kompas.com

Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!