Siantar, hetanews.com – Hampir semua mengeluhkan kondisi perekonomian yang terganggu akibat pandemic Covid -19. Dan bukan hanya Indonesia, namun masyarakat dunia juga merasakan dampaknya.

Bahkan, banyak karyawan yang harus dirumahkan dan banyak pedagang juga gulung tikar.

Namun tidak demikian yang dialami  Ibu Wilda Sikumbang yang sudah berusia 60 tahun. Pedagang gorengan ini, mengaku telah menjual aneka gorengan sejak tahun 1997.

Artinya, sudah 23 tahun lamanya, dia menjual goreng pisang, tempe, tahu, bakwan, risol dan aneka kue basah seperti lapis, donat, wajik, puti ayu dan kue dadar.

"Terasa dampak Covid di bulan pertama, ketika pemerintah melarang orang keluar dari rumah, agar warga tetap di rumah, tapi sekarang tidak lagi,"kata Ibu Wilda.

Wanita asal Bukit Tinggi, Sumatera Barat ini menambahkan, sejak tahun 83, dia sudah tinggal di Kota Siantar, memiliki 7 anak dan sekarang sudah memiliki 5 orang cucu.

Ibu Wilda juga dibantu anaknya, dalam menjalankan usaha kuliner kecil – kecilan itu, tepatnya di pinggir jalan Rajamin Purba, sebelum SMPN 2 Pematangsiantar.

Dia mulai membuka dagangannya siang hari dan bisa menghasilkan hingga jutaan rupiah. "Apakah satu hari bisa mencapai 1 juta rupiah, Bu?, “tanya hetanews.com, Selasa (4/8/2020) siang.

Terlihat banyak pembeli yang sabar menunggu Ibu Wilda menggoreng. Memang enak karena baru digoreng dan masih panas panas, kata Santi yang saat itu sedang menunggu gorengan diangkat.

"Kalau kotor ya lebih dari 1 juta,"katanya tanpa menyebut angka rilnya.

Ibu Wilda sudah terlihat tua, tapi tampak sehat, kuat, dan gigih berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sedangkan suaminya, keseharian berprofesi sebagai tukang jahit dan mereka bertempat tinggal di jalan Nusa Indah Siantar.

Biasanya, kalau gorengan banyak pembeli, sampai sore sudah tutup, katanya sambil tersenyum.