HETANEWS.COM

Dituduh Bakal Merusak Umbul, Warga Seruduk Kavlingan Gold

Foto : Tampak Satpol PP berusaha menengahi protes warga untuk pembangunan rumah kavlingan old (03/08/2020)

Siantar, Hetanews.com - Warga kelurahan BP Nauli kec.  Siantar Marihat beramai - ramai mendatangi pembangunan rumah yang berada di tanah Kavlingan Gold yg di fungsikan sebagai lahan persawahan yang di alih fungsikan di lingkungan Dolok Baringin .3/08/2020.

Warga yang datang, tidak datang tanpa alasan,  pasal nya warga dan pemilik telah melakukan mediasi sebanyak dua kali pada 23 Juli lalu yang dilakukan bersama dengan dan pihak pihak terkait seperti BLH, Karang Taruna, Dinas Pertanian, KANTIBMAS,  BABINSA, RT, RW beserta masyarakat kelurahan BP Nauli yang difasilitasi oleh Lurah.

Hasil mediasi tersebut memberikan kesimpulan untuk menghentikan pembangunan sampai persoalan tersebut mendapatkan penyelesaian,  namun pembangunan tetap dilanjutkan oleh pemilik bangunan tersebut. 

Pihak Satpol-PP F. Saragih SE,  yang turun meninjau lapangan langsung menginstruksikan kepada pemilik bangunan untuk menghentikan kegiatan pembangunan nya sampai saat mediasi dilakukan kembali bersama lurah pada tanggal 4/08/2020 besok.

Warga yang mulai resah bersama Karang Taruna Kelurahan BP Nauli dan kec.Siantar Marihat  menuntut untuk lahan kavlingan gold  tersebut untuk dijadikan pada fungsi sebenarnya,

 "kami melalui karang taruna BP Nauli menolak pembangunan di atas lahan yang dilindungi undang undang tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan UU no. 49 Tahun 2009. Dan kami meminta pemerintah beserta masyarakat merealisasikan UU no.59 tahun 2019 tentang pengendalian alih fungsi lahan." Ucap Ketua Karang Taruna Kec. Siantar Marihat Fery Panjaitan SH.

“Di kampung kita ini ada umbul yang bisa jadi potensi besar untuk kehidupan warga untuk jangka waktu yang panjang bahkan bisa jadi potensi wisata, maka dari itu kita gak mau pembangunan yang menyalahi aturan perundangan undangan dengan mendirikan bangunan dengan menyalahi aturan dan berada sangat dekat dengan umbul tersebut berdampak pada kerusakan lingkungan dan sumber air yang sampai saat ini masih digunakan oleh masyarakat" Ujarnya menambahkan.

Disambut oleh RT Dolok Baringin B. Manurung yang turut hadir juga memberikan statment kepada wartawan yang melakukan liputan mengatakan "pemilik rumah tidak pernah sama sekali berkomunikasi dengan warga serta perangkat kelurahan terkait rencana pendirian bangunan ini,  mereka terkesan tidak perduli dan sesuka hati melakukan pembangunan yang arah nya pada kerusakan alam kampung ini".

Warga dan Karang taruna yang di dampingi Satpol PP telah mengarahkan untuk dilakukan mediasi lagi dan menghentikan pembangunan demi kepentingan bersama sampai mediasi dilakukan pada esok hari.  Warga sempat cekcok dengan pihak pemborong rumah tersebut, namun kehadiran satpol PP meredam cekcok mulut antara pemborong dan warga tersebut. Setelah pengerjaan pembangunan di hentikan warga membubarkan diri dengan kondusif.

Rafindo Simangunsong sekjen Karang taruna kel. BP Nauli mengatakan bahwa bangunan tersebut di anggap liar.  "Kami sudah konfirmasi dan melayangkan surat ke Dinas Perijinan,  dan mereka (Dinas Perijinan) menyatakan lokasi Kavlingan Gold tersebut memang merupakan lahan hijau atau lahan pertanian,  jadi tidak bisa mengeluarkan ijin untuk pembangunan". ucap Rafindo menirukan hasil  pembicaraan dengan Dinas Perijinan.

Rafindo juga menambahkan sudah mnyurati pihak terkait seperti BPN dan DPR karena pembangunan ini akan merusak lingkungan serta mata air dikarenakan saluran pembuangan limbah nya tidak terarah serta terlalu dekat dgn sumber mata air,  Pembangunan juga menggunakan sumur bor yang nantinya akan mengurangi debit air yg di keluarkan Mual Pancur

Penulis: david. Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!