Medan, hetanews.com - Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan perpanjangan masa penutupan kampus atau lockdown. Lockdown yang semula dilakukan sejak tanggal 27 Juli hingga 2 Agustus 2020, diperpanjang hingga 8 Agustus 2020. Hal ini disampaikan Rektor USU Runtung Sitepu dalam surat edaran yang dikeluarkan pada Minggu (2/8/2020).

"Mengingat jumlah dosen dan tenaga kependidikan USU yang dinyatakan positif covid-19 masih terus meningkat demikian pula jumlah yang meninggal dunia, maka demi keselamatan kita bersama pelaksanaan penutupan kampus USU dari segala aktivitas diperpanjang hingga tanggal 8 Agustus 2020," bunyi surat edaran yang ditandatangani Rektor USU Runtung Sitepu.

Menanggapi hal ini, seorang mahasiswa tingkat akhir yang baru saja melakukan ujian skripsi dua minggu lalu dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Try Novelina mengaku sedikit kecewa dengan pemberlakuan lockdown. Pasalnya, hal ini menghambat pengurusan administrasi di Fakultasnya.

"Untuk urusan administrasi sedikit terganggu. Karena beberapa fakultas masih menerapkan pengurusan berkas secara offline," ujar Try kepada Try (2/8/2020).

Try mengaku, di Fakultasnya, pengurusan administrasi belum sepenuhnya online. Hal ini menyebabkan jika dilakukan lockdown, pengurusannya menjadi terhambat. Saat ini, Try tengah terhambat karena harus mengantar berkas pasca sidang skripsi dan bukti lainnya setelah sidang.

"Sebenarnya enggak masalah lockdown, cuma karena emang belum sepenuhnya administrasi online jadi agak susah. Kalau lockdown tapi administrasi full online ya enggak masalah. Tapi dulu pun pas mau ngurus sidang harus ke kampus ngantar berkas fisik," ungkapnya.

Terpisah, Yuli seorang mahasiswi dari Fakultas Kehutanan mengaku tidak begitu terhambat dari segi administrasi. Meskipun di awal lockdown sempat kesulitan karena harus beradaptasi dengan sistem daring.

"Untuk di awal-awal masa lockdown segala administrasi sempat terhenti. Tapi enggak lama. Baru setelah nya administrasi dilakukan secara online, biasanya melalui chat atau via telpon," katanya.

Menurutnya, yang paling penting dijaga adalah komunikasi antar mahasiswa dengan pihak kampus.

"Kalau sekarang saya rasa enggak ada masalah ya di administrasi. Yang penting dijalin komunikasi antara mahasiswa sama pihak kampus," ungkapnya.

Sebelumnya, Rektor USU Runtung Sitepu mengatakan bahwa agar proses kinerja civitas akademik USU bisa berjalan, pihak USU telah membuat aturan dengan adanya sistem piket.

"Kami sudah membuat suatu aturan dan saling berkoordinasi juga dengan Wakil Rektor II dalam rangka untuk tetap melakukan pelayanan terhadap seluruh kebutuhan civitas akademik Universitas Sumatera Utara. Kami membuat sistem piket, pusat pelayanan terpadu Universitas Sumatera Utara," kata Runtung.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kendala yang terjadi bagi para mahasiswa ataupun civitas akademika yang tengah mengurus berbagai administrasi yang berkaitan dengan kampus.

"Jadi seluruh yang berurusan ke Universitas Sumatera Utara berhadapan dengan piket-piket yang kita tunjuk di unit-unit kerja, termasuk Biro Rektor. Kemudian dia nanti yang ngantar dokumen atau apapun itu harus diproses ke pimpinannya masing-masing sehingga seluruh kegiatan tidak ada yang terkendala," pungkasnya.

Sumber: medan.tribunnews.com