HETANEWS.COM

Mantan Pegawai BKD Pemko Siantar Dirampok dan Dianiaya Hingga Kepalanya Berlumuran Darah

Indra Bakti Lubis dengan Kepala diperban saat menjelaskan kejadian perampokan kepada petugas kepolisian. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Indra Bakti Lubis (62), mantan pegawai BKD Pemko Pematangsiantar, dirampok dan harus merasakan sakit di kepalanya, setelah dihempaskan pelaku ke lantai kamar rumahnya, di Jalan Ring Road Nagahuta, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Akibat dihempaskan, kepala Indra mengeluarkan darah yang cukup banyak. Tidak sampai di situ, perampok, bermarga Manik itu, turut menyekap korban dan kakaknya, bernama Wilda Lubis, di kamar rumahnya.

Kepada awak media ini, Indra mengatakan, dirinya kenal dengan pelaku, lantaran korban dengan pelaku sering ngopi di warung yang sama, di seputaran stasiun kereta api.

"Pelakunya marga Manik dan sering dipanggil Pak Best. Kalau ciri-ciri pelaku, berbadan tegap dan rambut cepak. Sedangkan kampungnya, di Sidamanik, memang terkadang si pelaku ini sering di tempat pacarnya, si Lina yang ngekos di Jalan Mataram 1. Pelaku ini kerjanya supir, pengangkut buah," terang Indra Bakti Lubis, Sabtu (1/8/2020).

Masih katanya, sebelum kejadian, korban terlebih dahulu bertemu dengan pelaku, di salah satu warung, tepatnya di belakang Kedai Merah Putih, Jalan Kartini bawah, Stasiun Kereta Api.

"Ketemu sama pelaku di warung kopi hanya 5 menit saja, kemudian pelaku langsung pergi dari warung tersebut. Saya juga pada saat itu mau pulang ke rumah, tapi karena hujan deras, jadi saya bertahan di warung tersebut. Bahkan saya sempat menginap di warung itu," ucap Indra.

Keesokan harinya, Indra dengan menggunakan sepeda motor Astrea Grand, beranjak dari warung tersebut dan memutuskan untuk pulang ke rumahnya.

Hanya saja, saat di perjalanan, dirinya melihat pelaku di pinggir jalan loket Indah Taksi, berdekatan dengan Stasiun Kereta Api.

"Pada saat itu pelaku bertanya ke saya hendak kemana, kemudian saya jawab kalau saya mau pulang ke rumah. Selanjutnya pelaku ingin ikut bersama saya dengan alasan ingin beristirahat di rumah saya. Karena saya sudah kenal dengan si pelaku ini, kemudian pelaku saya bawa ke rumah untuk beristirahat," tuturnya.

Setelah sampai di rumah, kemudian saya berkata kepada pelaku ini, kalau istirahatnya jangan lama - lama, karena saya jam 09.00 WIBakan menjemput kaka saya. Tapi sebelum jam 9, kakak saya malah sudah kembali ke rumahnya, ungkapnya.

Tidak berapa lama setelah tidur, pelaku terbangun dari tidurnya dan langsung beranjak ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Karena mendengar suara air yang berisik, kemudian korban beranjak dari tempat tidurnya dan keluar kamar.

"Namun setelah pelaku mencuci wajahnya, kemudian pelaku meminta kepada saya agar mengambilkan handuk untuk pelaku. Dan saat saya beranjak hendak mengambil handuk, dari belakang, pelaku langsung memiting saya dan membawa saya ke dalam kamar," tukasnya.

Hanya saja saat dipiting, korban sempat memberontak, namun pelaku malah memukuli kepalanya.

Kepala korban juga dibenturkan ke lantai hingga mengeluarkan darah yang cukup banyak.

"Namun karena terdengar keributan, kakak saya curiga sehingga kakak saya langsung melihat ke kamar. Tapi saat kakak sampai di depan pintu kamar, pelaku mengancam kakak saya dengan sembilah parang, dan menggiring kakak saya untuk masuk kedalam kamar. Setelah itu, pelaku juga mengunci kami berdua didalam kamar," imbuhnya.

Lanjutnya, hampir satu jam mereka berteriak meminta tolong didalam kamar. Untungnya pada saat itu ada seorang warga yang berprofesi sebagai supir melintas di depan rumah dan mendengar teriakan mereka. Warga  tersebut langsung masuk kedalam rumah dan mendobrak pintu kamar kami, ujar korban mengisahkan.

Selanjutnya, warga tersebut yang melihat korban (Indra) sudah tidak berdaya dan berlumuran darah, membawa korban ke rumah Sakit Tentara. Dan sesampainya di rumah sakit, korban mendapatkan 30 jahitan di kepalanya.

"Pelaku juga menggondol uang kontan Rp 2,5 juta dari kantung celana kupakai, dan hape Xiaomi serta 3 (tiga) buah cincin emas. Saya berharap, polisi secepatnya dapat menangkap pelaku yang sangat saya kenali," akhirnya.

Kapolres Siantar, AKBP Budi Pardamean Saragih, melalui Kasubag Humas, Iptu Rusdi Ahya membenarkan peristiwa tersebut.

Kejadian itu terjadi pada tanggal 28 Juli 2020, dan baru dilaporkan pada hari Sabtu, 1 Agustus 2020, katanya.

"Kita sudah melakukan olah TKP tadi, dan korban juga sudah kita mintai keterangannya. Dan kita masih melakukan pencarian terhadap pelaku perampokan," akhirnya.

Penulis: res. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!