HETANEWS.COM

Maksimalkan KBM di Situasi Pandemi Covid – 19, SMKN 2 Siantar Petakan Kondisi Siswanya

Plt Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 2 Siantar, Drs Dameanto Purba MSi, di damping Rudy F Simanjuntak SP.d, saat disambangi wartawan, Sabtu (1/8/2020), di komplek sekolah, jalan Asahan Siantar.

Siantar, hetanews.com – Agar siswa maupun mahasiswa tidak ketinggalan dalam pelajaran, maka masing –  masing sekolah, maupun Perguruan Tinggi/Universitas, harus memasang jurus jitu, agar kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat terlaksana dengan baik di saat pandemi Covid - 19.

Seperti di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Siantar, mereka tidak mutlak melaksanakan daring dan pihak sekolah memilih alasan tersendiri tentunya.

Hal itu dibenarkan Plt Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 2 Siantar, Drs Dameanto Purba MSi, di damping Rudy F Simanjuntak SP.d, Kepala Program Keahlian Otomotif, saat disambangi wartawan, Sabtu (1/8/2020), di komplek sekolah, jalan Asahan Siantar.

Dijelaskan Plt Kepsek, pihaknya terpaksa memetakan kondisi siswa untuk memantapkan kegiatan belajar mengajar, di tengah pandemi Covid – 19.

Katanya, kondisi siswa mereka berbeda – beda, khususnya dalam hal perekonomian, makanya cara belajarnya harus dibuat berbeda, dan hal itu dilakukun untuk memaksimalkan kegiatan belajar.

“Setelah kita petakan, ada 3 kategori siswa di SMKN 2 Siantar. Yang pertama itu, siswa itu punya handphone android, nomor whatsapp dan paket intenetnya juga didukung orangtuanya. Makanya untuk siswa yang memiliki fasilitas tersebut, sepenuhnya belajar dengan daring, apakah dengan zoom. Dan yang kedua, siswa punya handphone android dan nomor WA, tapi bukan miliknya karena bisa saja satu Hp dipakai tiga orang dalam satu keluarga. Mungkin ada juga adik atau kakaknya yang juga belajar daring. Lalu signal yang sulit dan dukungan orangtua untuk membeli paket internet minim. Maka pembelajaran dilakukan lewat WA grup, dimana wali kelas sebagai adminnya. Dan cara belajarnya non live. Guru akan mengirimkan bahan pelajaran berupa video atau bentuk you tube. Makanya guru – guru kejuruan telah membuat bahan pelajaran praktek dalam bentuk video. Dan terakhir, kondisi siswa yang tidak memiliki Hp android, nomor WA juga tidak ada, signal sulit dan dukungan orangtua minim. Sehingga siswa tersebut, belajar dengan cara luring. Mereka datang ke sekolah hanya mengambil bahan pelajaran sekali dua minggu, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Begitu bahan pelajaran diambil dari sekolah, langsung dibawa pulang ke rumah dan dua minggu kemudian baru datang lagi untuk mengambil bahan pelajaran, sambil mengumpulkan tugas. Dan untuk kondisi siswa yang belajar luring ini paling hanya 15 persen,”paparnya.

Ditegaskan Dameanto, pihaknya juga mengganggarkan biaya paket internet dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk guru dan siswa, guna mendukung belajar daring. Seperti guru, mendapat paket internet dengan harga Rp50 ribu setiap bulannya.

Dan di sekolah juga ada jaringan internet, sehingga juga dapat membantu guru di saat – saat tertentu.

Sedangkan untuk siswa, sekolah juga memberikan paket internet harga Rp50 ribu tapi tiga bulan sekali, katanya.

Menurutnya, untuk mutlak membeli paket internet dari dana BOS rasanya tidak memungkinkan, karena jumlah guru juga lumayan banyak dan termasuk siswa mencapai 1500 lebih, padahal masih banyak lagi kebutuhan lainnya yang harus dipenuhi.

Disisi lain, Dameanto juga memberitahukan kalau Praktek Kerja Lapangan (PKL) juga terpaksa ditiadakan karena Covid – 19 dan hal itu merupakan kebijakan Dinas Pendidikan Sumatera Utara.

Penulis: tim. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!