Siantar, hetanews.com - Biasanya harga nasi per bungkus, dihargai Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu, dan bahkan harganya bisa lebih apalagi kalau pakai nasi tambah.

Namun tidak dengan warung nasi Bunda Tatik yang terletak di Jalan Seram Bawah, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat.

Tatik jual nasi tidak mahal – mahal, bayangkan hanya  Rp.5000 per bungkus dan hal itu telah berlangsung selama 15 tahun.

Soal harga nasi yang begitu ekonomis, dibenarkan Tatik saat disambangi wartawan ke warungnya, Kamis (30/7/2020).

Katanya, dia telah lama jual nasi yaitu dari tahun 2005 hingga sekarang dan harganya tetap sama.

"Tapi sebelum ini, saya juga pernah jualan mie pecal dengan menggunakan keranjang. Saya jualan mie pecal itu, berjalan kaki di Pasar Horas. Terkadang sampai tangan saya ini keram karena berjualan terlalu lama," terang wanita yang sering dipanggil Bunda.

Lanjut wanita bercucu enam ini, dia juga pernah jualan buah, namun tidak lama, sehingga dia memutuskan untuk menjual nasi dengan harga Rp 5000.

"Jadi semua jualan sudah saya jalani, dan jualan yang paling lama, menjual nasi ini lah. Saya selama 15 tahun lebih bekerja sendiri, karena suami saya tidak mempunyai pekerjaan," ungkapnya sambil tersenyum kecil.

Walaupun berjuang sendiri menafkahi keluarga, Tatik telah berhasil menamatkan 3 anaknya dari bangku SMA, dan menyekolahkan 2 anak yang masih duduk di bangku SD dan SMA.

"Tiga anak saya sudah menikah dan sudah bekerja, sedangkan yang dua lagi masih duduk di bangku sekolahan. Tapi anak saya tidak ada yang mau kuliah, padahal saya pingin sekali, anak saya itu kuliah. Seperti anak perempuan saya, waktu saya tanya, dia mau kuliah atau tidak, dirinya malah tidak mau," pungkasnya.

Tatik juga menerangkan, bahwa kalau ada acara wirid maupun kegiatan sekolah, mereka selalu memesan nasi kepadanya, dengan alasan karena harganya terjangkau.

"Jadi kalau ada yang pesan nasi bungkus sama saya, ya saya buatkan, apalagi kalau acara wirid, pasti orang sini (Seram) ada yang pesan sama saya," akhirnya.