HETANEWS.COM

Dua Begal dan Satu Penadah Diringkus Personil Sat Reskrim Polres Siantar, Satu Lagi Masih Diburu

Ketiga tersangka saat digiring petugas Sat Reskrim Polres Siantar. (foto/res)

Siantar, hetanews.com – Personil Satreskrim Polres Siantar, berhasil mengungkap kasus begal yang menimpa korban Yoko Saragih, di Megaland, Jalan Sangnaualuh, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, pada Senin (27/7/2020) lalu, pukul 01.00 WIB.

Polisi berhasil mengamankan tiga orang pelaku, yaitu Boby Syahputra (17), warga Kampung BDB, Lorong 27, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, dan Febi Sitindaon (32), warga Kampung Panei Tongah, Kabupaten Simalungun dan satu lagi penadah sepeda motor hasil begal, yakni Fredy Siagian (22), warga Kampung Karang Anom, Panei Tongah, Kabupaten Simalungun.

Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Edi Sukamto, melalui Kanit Reskrim, Iptu Wilson Panjaitan, membenarkan telah meringkus dua orang pelaku begal dan satu orang penadah.

"Namun sebelum kedua pelaku kita ringkus, kita terlebih dahulu telah meringkus, pelaku Boby Syahputra, di depan rumah bibinya, tepatnya di Simpang Sambo, pada 28 Juli 2020. Pelaku ini mengaku ke kita, kalau dirinya juga telah 8 kali melakukan pencurian Hp, di Lapangan Merdeka (Taman Bunga)," terang Iptu Wilson, di Polres Siantar, Rabu (29/7/2020).

Setelah mengamankan Boby, kemudian personil melakukan pengembangan ke Panei Tongah, Kabupaten Simalungun. Hasilnya, mereka  meringkus Febri Sitindaon, dari kediamannya di Panei Tongah.

"Dari pengakuan pelaku Febri saat diinterogasi, bahwa sepeda motor Honda Scoppy, merupakan hasil begal milik korban. Febri telah menjualnya kepada Fredy Siagian (penadah) yang bekerja sebagai montir dan sekaligus pemilik bengkel," pungkasnya. 

Kemudian kita kembangkan lagi, dan akhirnya kita berhasil meringkus Fredy dan kita juga turut mengamankan barang bukti, berupa Honda Scoppy yang sudah tidak utuh lagi capnya. Sedangkan Hp merk Xiomi milik korban sudah dijual, ungkapnya.

Saat disinggung bagaimana kronologis kejadian, sebelum mereka tertangkap? Iptu Wilson mejelaskan, bahwa awalnya, korban Yoko yang tinggal di komplek Asrama Mahoni, Jalan Volly, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, baru pulang dari rumah temannya dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoppy dan melintas dari Jalan Sangnaualuh.

"Tiba-tiba dari belakang, muncul 4 orang pelaku dan langsung memepet korban dengan menggunakan sepeda motor Honda Vario warna hitam. Setelah korban dipepet, kemudian para pelaku, memaksa korban untuk memberhentikan sepeda motornya dengan cara mencabut kunci sepeda motornya,"terangnya.

Kemudian, para pelaku membawa korban ke arah Jalan Mual Nauli, belakang Gereja, dan di tempat tersebut, para pelaku langsung memukuli korban dengan cara membabi buta, dan menuduh korban yang tidak-tidak.

"Dan hingga sekarang, kita masih melakukan pengejaran terhadap satu orang lagi pelaku berinisial ES," akhirnya.

Penulis: res. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan