HETANEWS.COM

Mediasi Tak Kunjung Tuntas, Warga Gang Demak Disuruh Buat Permohonan ke GTPP Covid-19

Tim kuasa penggugat, 11 warga Gang Demak. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Sidang lanjutan gugatan class action yang dilakukan 11 warga Gang Demak yang terdampak Covid-19, terhadap Ketua Gugus Tugas Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid – 19 Siantar, Hefriansyah yang notabenenya Wali Kota Siantar, kembali dilanjutkan, di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Rabu (29/7/2020).

Agenda persidangan masih mengupayakan perdamaian atau mediasi.

Sudah beberapa kali dilakukan mediasi, tapi tampaknya upaya tersebut, belum menemukan titik cerah alias belum tuntas.

Siang tadi, di Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar, tampak hadir kuasa hukum tergugat (Pemko Siantar), Hery Oktarizal SH dan kuasa hukum penggugat, Reinhard Sinaga Cs, melakukan mediasi ke-2 dengan mediator hakim, Rahmat Hasibuan SH.

Usai melakukan mediasi, Reinhard menjelaskan, jika kuasa tergugat menganjurkan agar penggugat langsung mengirimkan surat permohonan ke GTPP Covid-19 Pemko Pematangsiantar, terkait ganti rugi yang dimohonkan.

"Kami akan mengirimkan surat permohonan ganti kerugian ke GTPP, sesuai petunjuk dari kuasa tergugat, karena di situ ditampung untuk penanganan Covid,"jelas Reinhard. Maka mediasi terakhir akan dilaksanakan, pada 10 Agustus mendatang, ucapnya.

Sebelumnya, pihak tergugat akan memenuhi point 1 dalam gugatan warga tersebut, terkait permintaan maaf GTPP, di beberapa media yang mengumumkan jika Gang Demak sudah menjadi zona hijau. Hanya saja kerugian material dan immaterial yang dimohonkan para penggugat, belum tercapai.

Dalam gugatan No.67/Pdt.G/2020/PN.PMS, sejumlah warga Gang Demak, menuntut ganti material senilai Rp.118 juta dan immaterial sebanyak Rp.11 milyar. Ke-11 warga yang mengajukan gugatan, Abdul Wahid Katino (pedagang mie balap), Sutiyem (pedagang Pecal), Burhanuddin Pakpahan (pedagang tahu keliling), Rian Handoko (karyawan toko),  Sulastri (pedagang Pecal keliling), Saidani (pedagang sarapan),  Kamsuri (pedagang gas), Karsono (pedagang tahu keliling) M Aspari (pedagang kebab), Fahrizal Amru (pedagang Pecal keliling) dan Syaiful Amri Hasibuan (pedagang tahu keliling).

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan