HETANEWS.COM

Raja PS Janter Aruan Sebut Punya Alasan Kuat Sampaikan Pesan di WAG CU Cinta Mulia

Saksi saat diperlihatkan bukti, jika dirinya pernah dilaporkan dan disidangkan sebagai terdakwa dalam kasus penggelapan. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com -  Sidang lanjutan perkara pidana, terkait kepengurusan CU Cinta Mulia, dilanjutkan mendengarkan keterangan saksi-saksi, pada Rabu (29/7/2020), di Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar.

Ketua majelis hakim, Rahmat Hasibuan, di dampingi hakim anggota, mendengarkan keterangan saksi korban, Robinson Bakkara.

Menurut Robinson, akibat pesan WA yang dikirim terdakwa Poltak Maraden Gumirang Tambunan dan Raja PS Janter Aruan, di WAG CU Cinta Mulia, dirinya menjadi malu karena fitnah.

Korban dituduh melakukan berbagai cara untuk menon aktifkan Raja PS Janter Aruan, sebagai ketua CU Cinta Mulia. Dan kedua terdakwa juga diduga mencemarkan nama baik korban yang disebut sebagai calon tersangka dalam kasus penggelapan.

Usai persidangan, Raja PS Janter Aruan, didampingi pengacaranya, kepada wartawan mengklaim, jika pesan WA yang diteruskan Poltak Maraden ke grup WA Cinta Mulia, benar adanya dan didukung alasan yang kuat dan sesuai fakta. 

Karena Robinson Bakkara, pernah disidangkan dalam perkara penipuan dan penggelapan. Dan putusannya onslag, ujarnya.

Robinson Bakkara, lanjutnya, juga sempat ditahan 2 Minggu karena dilaporkan dalam kasus penggelapan.

CU Cinta Mulia, di bawah kepemimpinan Janter Aruan, banyak membuat laporan pengaduan tentang penggelapan yang diduga dilakukan Robinson Bakkara sebagai manager di Kopdit tersebut. Laporan pengaduan yang dibuat Janter Aruan, berdasarkan hasil audit tim penyehatan CU Cinta Mulia.

Bahkan, Robinson merupakan calon tersangka, sehingga dengan berbagai cara, mempengaruhi pengurus lainnya untuk menon aktifkan Ketua Janter Aruan.

Lebih lanjut, dijelaskan pengacara Janter Aruan, jika sebahagian pengurus, termasuk ketua keberatan dengan penjualan asset Cinta Mulia yang akan digunakan untuk membayar hutang kepada BK3D yang diduga menguntungkan Robinson Bakkara dan pengurus lainnya.

"Saya akan terus berupaya karena saya benar, dan saya merasa tidak bersalah. Meski demikian kita akan ikuti proses persidangan sesuai aturan hukum yang berlaku, “kata Janter.

Akibat pesan yang tersebar di WAG tersebut, Jaksa Christianto Situmorang SH, menjerat Janter Aruan dan Poltak, dengan  pasal 27 ayat (3) Jo pasal 45 ayat (3) UU RI No.19/2016 atas perubahan UU No.11/2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.

Untuk mendengarkan keterangan saksi lainnya, persidangan dibantu panitera, Willyanto Sitorus SH MH, ditunda hingga Rabu (5/8/2020) mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan