HETANEWS.COM

Gaji Jadi Dosen 2 Tahun Ditabung, Nasabah Bank Bukopin Curhat Sulit Tarik Dana

Nasabah Bank Bukopin mengantre untuk mencairkan dana mereka

Jakarta, hetanews.com - Bukan tanpa alasan jika perempuan pemilik nama berinisial CSW, tak pernah mengambil gaji selama dua tahun yang dibayarkan tempat kerjanya, melalui Bank Bukopin. Sebagai istri yang bekerja, menurutnya selama ini kebutuhan rumah tangganya dipenuhi dari gaji suami.

"Suami mengatakan dana ini (gaji) ditabung saja, baru diambil kalau keadaan darurat saja. Nah makanya jumlahnya masih banyak, masih ratusan juta," kata CSW , Selasa (28/7).

Dosen di sebuah institusi pendidikan di Jakarta Barat itu menyebutkan, sejak lama kampus tempatnya bekerja membayarkan gaji para dosen dan pegawai melalui Bank Bukopin. Dia memperkirakan sudah puluhan tahun.

Tapi sejak Mei, lanjut CSW, gaji tersebut susah diambil. Padahal dana yang tersimpan di bank senilai Rp 200 juta. "Sejak Mei 2020 (tidak bisa mencairkannya), kami terpaksa mencicil mengambilnya hanya boleh Rp 5 juta per hari. Kadangkala hanya Rp 3 juta per hari," ujarnya.

Karena masalah tersebut, mulai bulan ini pihak kampus sudah memindahkan pembayaran gaji dari Bank Bukopin ke Bank BNI. Alasannya karena pihak yayasan yang menaungi kampus, mendengar banyak keluhan dari nasabah bank ini dalam mencairkan uangnya.

"Untuk bulan ini telah dipindahkan ke BNI, namun insentif penelitian dan pengabdian masyarakat masih (ditransfer melalui) Bukopin," terangnya.

Keluhan ini sebelumnya diluapkan juga oleh CSW di akun Facebook miliknya, Senin (27/7). Dia bingung dengan Bank Bukopin sebab uangnya tidak bisa diambil via ATM. Sementara, bank cabang Bintaro, Jakarta Selatan, yang didatanginya sudah tutup sejak siang hari.

"Hello Bank Bukopin, tolonglah beri penjelasan pada nasabah apa yang sedang terjadi? Selama ini gaji kami via Bank Bukopin dan tidak dapat diambil," tulis CSW yang meminta identitas aslinya tak dipublikasikan.

Direktur Operasi dan Teknologi Informasi Bukopin, Adhi Brahmantya, mengaku kurang tahu tentang keluhan nasabah tersebut.

"Wah saya enggak tahu ya, yang jelas di kami sekarang sudah ada nomer antrean berbasis web untuk menerapkan protokol COVID-19," kata Direktur Bank Bukopin itu.

sumber: kumparan.com

Editor: sella.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!