HETANEWS.COM

Suami yang Jotos Pria Pengganggu Istrinya Dibui 51 Hari, Pengacara Korban Protes

Hakim menjatuhkan vonis 51 hari kepada terdakwa, dan salah seorangan pengunjung sidang merasa keberatan. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Terdakwa Poltak Gompuler Simangunsong, warga Sukadame Parluasan, Kota Siantar, divonis 1 bulan 21 hari (51 hari) oleh majelis hakim, pimpinan Danar Dono SH.

Putusan hakim tersebut, dibacakan dalam persidangan yang digelar secara online, di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Senin (27/7/2020).

Menurut hakim, terdakwa terbukti memukul korban Roy Dolok Saribu, pada Senin, 9 Maret 2020 lalu, di Balairung Pasar Parluasan, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara.

Terdakwa merasa emosi karena korban sering mengganggu istrinya, saksi Serenani Simanjuntak.

Dengan menyuruh saksi Lusiana br Simbolon (Parjus), meminta nomor WA, istri terdakwa. Lalu terdakwa mendatangi korban, di jalan Gotong Royong dan membawanya ke Balairung, menemui saksi Lusiana dan Serenani.

Terdakwa berkata kepada saksi Roy Doloksaribu “ uda gilanya kau, kau ganggui lagi istriku”.  

Lalu saksi Roy Doloksaribu menjawab “mana ada bang, sudah pernahnya aku minta maaf sama abang, mana mungkin ku ulangi lagi”.

Dan terdakwa kembali berkata kepada saksi Roy Doloksaribu “kenapa Parjus itu kau suruh titip salam, sama minta nomor WA orang rumahku?”.

Lalu terdakwa langsung memukul bagian mulut saksi korban Roy Doloksaribu, hingga mengeluarkan darah.

Tak hanya itu, terdakwa mengambil batu dan melemparkannya, ke arah saksi Roy Doloksaribu, namun tidak mengenai dan  saksi Roy Doloksaribu melarikan diri.

Akibat perbuatan terdakwa tersebut, saksi Roy Doloksaribu, mengalami sakit dan luka pada bagian pelipis bawah mata sebelah kriri, luka pada bagian bibir atas dan bawah, luka dan bengkak pada bagian tangan sebelah kiri.

Hal itu dikuatkan dengan Visum et Repertum nomor: 2112/VI/UPM/III/2020 tanggal 10 Maret 2020 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr Juliana K.R. Saragih, dokter pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Djasamen Saragih.

Sebelumnya, terdakwa dituntut 1 tahun oleh jaksa Henny Simandalahi dan dipersalahkan melanggar pasal 351 (1) KUH Pidana. Atas putusan hakim, terdakwa mengatakan terima, sedangkan jaksa menyatakan pikir-pikir.

Usai hakim mengetuk palu dan menutup persidangan, salah seorang pengunjung sidang yang mengaku sebagai pengacara dari Roy Dolok Saribu, merasa keberatan dengan vonis tersebut.

Tapi diabaikan majelis hakim, karena persidangan tidak dapat dicampuri oleh orang yang tidak berwenang (diluar pembatas antara hakim dengan pengunjung sidang).

"Jika keberatan atas putusan hakim, korban melalui jaksa dapat mengajukan banding,"kata hakim.

Penulis: ay. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan