Siantar, hetanews.com - Anggota DPRD Siantar saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PDAM Tirtauli Siantar, meminta agar membuka jaringan ke Suka Mulia karena sampai hari ini tidak mendapatkan pelayanan air bersih.

“Beberapa bulan lalu, saya pernah meminta kepada PDAM, supaya membuka jaringan ke  Suka Mulia, Tanjung Pinggir. Tapi, setelah pipa dipasang, air tak pernah mengalir. Akibatnya, sekitar 60 kepala keluarga, terus mengambil air ke sungai,” ujar anggota DPRD Siantar, Suwandi Sinaga, Jumat (24/7/2020).

Kondisi itu, dikatakannya, cukup memprihatinkan karena masih ada warga Siantar, belum menikmati air bersih. Kemudian, Suwandi mengaku malu sata bertemu masyarakat karena selalu mempertanyakan hal itu kepadanya.

“Saya melihat pipa ada, akan tetapi pipa itu sama sekali tidak bermanfaat lagi. Bagaimana mungkin di kota masih ada masyarakat yang tidak mendapatkan air bersih,” ujarnya.

Soal pelayanan PDAM, juga dipertanyakan anggota Komisi II, Netty Sianturi.

Beberapa waktu lalu, katanya, dia harus membayar air sampai jutaan. Tapi, air tidak dinikmatinya karena jaringan pipa di rumahnya pecah.

Baca juga: RDP dengan PDAM Tirtauli Memanas, Ferry Sinamo Pertanyakan Paruhum Siregar yang Tidak Hadir

“Selanjutnya, saya menghubungi petugas PDAM dan dilakukan survei karena saya tidak mengetahui bagaimana teknis mengganti pipa yang rusak di dalam rumah. Tapi setelah survei, petugas PDAM tidak datang juga. Untung saya punya sumur bor,” ujar Netti kesal.

Menanggapi yang disampaikan Suwandi, Dirut PDAM, Julkfi Lubis mengatakan, pihaknya sudah meninjau Dusun Suka Mulia. Tapi soal pemasangan pipa, menurutnya, dilakukan pihak provinsi. Soal tidak mengalirnya air, karena posisi lokasi perumahan terlalu tinggi, air sulit naik. Sehingga perlu dirancang ulang lagi, ujarnya memberi alasan.

“Kalau soal rancang ulang dan mengganti pipa, PDAM tidak punya dana, jadi kita akan koordinasikan dengan pihak provinsi,”ujar Dirut PDAM itu, kepada Suwandi yang wajahnya tampak kesal sata mendengar jawaban Dirut.

“Kalau begini, jeritan rakyat sudah saya beritahu. Sekarang masalahnya, tergantung pihak PDAM. Marilah kita memperhatikan masyarakat kita,” ujar Suwandi kesal.