Siantar, hetanews.com – Gara - gara Direktur Teknik, Paruhum Siregar, tidak hadir dan tidak ada lembaran Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP), Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi II DPRD Siantar, dengan PDAM Tirtauli, memanas, Jumat (24/7/2020).

Ferry Sinamo, merasa kesal kepada Badan Pengawas, Zainal Siahaan karena Direktur Teknik, tidak menghadiri RDP.

Dia meminta Badan Pengawas agar memanggil atau memberikan teguran.

"Bapak kan perpanjangan tangan dari pemilik. Jadi bapak lah yang menegur bukan mereka,"ujarnya.

Menjawab pertanyaan Ferry Sinamo, Zainal Siahaan mengatakan, “kalau menegur itu adalah tugas dari direktur umum untuk memberikan teguran”.

Mendengar jawaban Zainal, Ferry kembali mengatakan "Saya makin bingung dengan bapak. Bapak selaku badan pengawas tidak mengerti dengan tugas bapak, selaku badan pengawas. Tugas bapak perpanjangan tangan pemilik. Diminta atau tidak diminta, bapak harus melaporkan kepada pemilik,"ujarnya sembari mengatakan, kalau Zainal, selaku badan pengawas tidak tau tugasnya.

Perwakilan PDAM Tirtauli Siantar saat mengikuti RDP dengan Komisi II DPRD Siantar. (foto/leo)

Menanggapi ucapan Wakil Ketua Komisi II DPRD tersebut, Zainal mengatakan, “kalau di PDAM itu ada kode etiknya”.

"Kita punya kode etik di PDAM itu. Jadi tidak bisa asal-asalan karena tugas saya hanya mengawasi. Terus, kenapa jadi ini diperdebatkan,"ujarnya Zainal lagi seakan kesal.

Kembali Ferry angkat bicara, mengatakan "Di sini kita mengupas, kalau memang bapak tidak mau didebatkan, bapak jangan di sini. Silahkan keluar, kalau tidak mau diperdebatkan di sini," tegas Ferry Sinamo, menanggapi jawaban dari Badan Direksi PDAM Tirtauli.

Hj Rini Silalahi, selaku Ketua Komisi II DPRD Siantar, langsung mengambil alih RDP.

Dia mengatakan, kalau Dirut yang melakukan kesalahan, maka badan pengawas yang melakukan teguran. Masalah Dirtek itu, kalau memang perlu dievaluasi,  silahkan dievaluasi, ujarnya.