HETANEWS.COM

Titik Terang Polisi Ungkap Kasus Mayat Pria Bertato 'Doa Ibu' di Karo

Ilustrasi penemuan mayat pria. Foto: Dok. detikcom

Karo, hetanews.com - Kasus penemuan mayat tanpa identitas dengan kondisi kaki terikat rantai di Karo, Sumatera Utara, menemui titik terang. Polisi mengungkap bahwa pria bertato 'doa ibu' itu diduga dibunuh pembunuh bayaran.

Mayat tersebut awalnya ditemukan warga di aliran Sungai Gerguh, Desa Singa, Senin (13/7/2020). Saat ditemukan, kata polisi, kaki mayat dalam kondisi terikat rantai dan digembok.

"Hasil pemeriksaan luar tubuh korban, didapat tanda-tanda lebam mayat dan kaku mayat. Didapat kedua kaki terikat dengan rantai besi yang tergembok, pada leher didapat tali rapia yang terikat kuat, pada badan didapat kain sarung," kata Kapolsek Tiga Panah, AKP Ramli Simanjorang, saat dimintai konfirmasi, Rabu (15/7).

Ramli mengatakan pria tersebut diduga dibunuh sebelum mayatnya ditemukan di sungai. Polisi pun melakukan penyelidikan.Sepuluh hari kemudian, polisi menangkap dua orang yang diduga terlibat kasus dugaan pembunuhan pria yang belakangan diketahui bernama Rawat Sembiring Milala.

Kedua pria yang ditangkap itu adalah Hasil Sembiring dan Sempurna Ginting. Ramli mengatakan Hasil Sembiring adalah abang tiri korban. Dia diduga menyuruh dan membayar Sempurna Ginting untuk menghabisi nyawa adik tirinya itu.

"Abang tiri korban bernama Hasil Sembiring mengakui bahwa dianya mendalangi dan menyuruh tersangka Sempurna Ginting dan lainnya untuk membunuh korban," ujar Ramli, Kamis (23/7/2020).

Hasil Sembiring diduga memberi Sempurna Ginting uang Rp 6,5 juta untuk membunuh adiknya. Menurut Ramli, Sempurna melakukan pembunuhan bersama tiga orang lainnya.

"Sempurna Ginting melakukan pembunuhan terhadap korban bersama Andi Ginting (anaknya), Pijer Sembiring dan satu pria lainnya," ucap Ramli.

Mereka diduga membunuh Rawat Sembiring dengan cara menjerat leher. Mayat kemudian dimasukkan ke karung goni lalu dibawa ke jembatan Desa Singa dan dilempar ke Sungai Lau Biang. Hasil autopsi juga menunjukkan Rawat Sembiring tewas karena dijerat pada leher dan pukulan benda tumpul di kepala.

Namun, kata Ramli, Korban diduga masih dalam keadaan setengah sadar saat masuk ke dalam air karena tidak ada pasir pada tenggorokan. Polisi kini masih memburu para terduga pelaku pembunuhan lainnya yang belum tertangkap.

"Motif tersangka Hasil Sembiring membunuh korban dikarenakan tersangka sudah sangat resah dan terancam atas perbuatan korban, yang ada mengalami gangguan jiwa. Pihak keluarga dan masyarakat juga sudah sangat resah dengan perbuatan pelaku yang terkadang mau kumat dan membuat keonaran di desanya," ujar Ramli.

Sumber: detik.com

Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!