HETANEWS.COM

Di Polsek Marihat, Posma dan Acai Satu Sel dengan Tahanan Kasus Pencurian

Kedua tersangka kasus korupsi, Posma Sitorus SH dan Acai Tagor Dijabat AP, didampingi pengacaranya, Sarles Gultom SH, dan jaksa Christianto Situmorang, selaku jaksa penuntut umum (JPU), saat di Polsek Siantar Marihat. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Pemko Siantar, Posma Sitorus dan Sekretarisnya, Acai Sijabat, telah resmi ditahan di Polsek Siantar Marihat, dan keduanya satu sel dengan 3 orang tahanan pencuri kendaraan bermotor (Curanmor).

Seperti diketahui, keduanya dititipkan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar, lantaran tersandung kasus korupsi proyek smart city tahun anggaran 2017 yang menimbulkan kerugian Negara, sebesar Rp 400 juta.

Soal Posma dan Acai yang satu sel dengan tahanan kasus pencurian, dibenarkan Kapolsek Siantar Marihat, Iptu Robert Santoni Purba, Kamis (23/7/2020).

"Sejak semalam sore, mereka dititipkan. Mereka berdua satu sel dengan 3 orang tahanan kami. Sampai sekarang, belum ada mengeluh sakit, dan terpaksa kami jaga ketat orang ini, walaupun statusnya tahanan jaksa," ungkap Robert saat ditemui di Polsek Siantar Marihat, di Jalan Saribu Dolok, Kelurahan Nagahuta, Kecamatan Siantar Marihat.

Di tempat yang sama, salah satu penasehat hukum Acai Sijabat yakni Zakaria Tambunan mengatakan "Kalau si Posma, beda pengacaranya bang, dia itu didampingi sama Charles Gultom. Dalam kasus ini, saya sempat melayangkan gugatan pra pradilan, namun dalam gugatan tersebut, selaku pemohon, semuanya ditolak oleh majelis hakim PN Siantar," ujarnya.

Bahkan setelah ditolak gugatannya, Zakaria pun sempat bingung. Lantaran hasil audit dari  BPKP, waktu itu belum keluar yang menetapkan keduanya menjadi tersangka, ujarnya.

Baca juga: Ditahan di Polsek Siantar Marihat Karena Korupsi, Posma dan Acai Didampingi Pengacaranya

"Bahkan sebelumnya juga, kami telah melayangkan surat permohonan kepada Kejari Siantar untuk tidak dilakukan penahanan terhadap klien kami dan surat itu kami layangkan tertanggal 20 Juli 2020 lalu. Dan entah mengapa pihak Kejaksaan ngotot sekali melakukan penahanan terhadap klien kami," tuturnya.

Lanjutnya, Senin kemarin datang surat panggilan pertama untuk Posma, namun pada saat itu, Posma tidak bisa hadir karena sedang sakit. Kalau klien kami datang ke kejaksaan, semalam Rabu dan itu pun panggilan kedua, tidak tahunya langsung ditahan, katanya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Kejari Siantar, resmi menahan  Kepala Dinas Kominfo Pemko Siantar, Posma Sitorus dan Sekretarisnya, Acai Sijabat, setelah beberapa waktu lalu, ditetapkan sebagai tersangka, Rabu (22/7/2020).

Penetapan tersangka Posma Sitorus dan  Acai Sijabat itu, berkaitan dengan kasus korupsi proyek smart city tahun 2017.Proyek itu diduga merugikan negara sebesar Rp400 juta.

Penulis: res. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!