Siantar, Hetanews.com - Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2020, sejumlah anak masih melakukan pelajaran sekolah melalui daring. Sebagian anak mulai merasa jenuh dan sebagian anak menikmatinya. 

"Ma kenapa ya sekolah ditutup tapi taman bunga disana banyak anak bermain", itulah kata anak ku, Ucap Netti Simbolon selaku orangtua dan juga advokat yang sudah sering mendampingi perkara anak di persidangan.

Jadi sebaiknya pemerintah juga harus tegas dan sebaiknya taman bunga itu ditutup saja, tegas Neti ketika ditanya Hetanews Kamis (23/7/2020) di Kota Pematangsiantar terkait peringatan HAN Tahun 2020.

Baca juga: Orangtua Siswa Yang Kurang Mampu, Silahkan Mengadu

Menurut nya ada nilai plus dan minusnya dalam anak melakukan pelajaran via daring. Nilai plusnya anak anak pasti aman karena tidak keluar dari rumah khususnya dalam situasi covid-19 saat ini. "Kita orangtua tidak merasa was-was dengan anak belajar di rumah dan mengajarkan anak lebih kreatif serta mandiri", katanya.

Tapi minusnya sangat banyak, orangtua harus melakukan pendampingan karena banyak anak yang kurang paham dengan materi yang diberikan oleh guru, belum lagi suara ibu guru yang tidak kedengaran karena gangguan jaringan.

"Secara Manual aja susah dipahami, apalagi melalu daring", kata Neti. Bagi orangtua yang bekerja sangat kesulitan jika harus mendampingi putra putrinya. Jika tidak didampingi dikhawatirkan sang anak bisa membuka situs lainnya yang dapat mempengaruhi mental anak.

Mental anak sejak daring juga sedikit minim karena tidak berinteraksi dengan dunia luar tidak berkomunikasi dengan teman dan guru secara langsung. Kita sebagai orangtua harus lebih aktif melakukan pengawasan, sebut Neti.

Saran dari pengacara dan juga dosen USI (Universitas Simalungun)  ini agar sekolah tetap dibuka namun dibatasi sesuai instruksi protokoler kesehatan covid-19. Biasanya ruang kelas yang dihuni 30 orang anak, sebaiknya hanya diisi 10 anak/kelas dan dibuat jam terbatas secara bergantian.

Sekolah swasta dan juga sekolah negeri diharapkan menjadi perhatian dinas. Sepeti pengurangan biaya sekolah dan juga penggunaan dana BOS bisa dialihkan untuk kepentingan daring, jelasnya.

Baca juga: Disdik Jangan Cuma Minta Anggaran, Realisasi Minim