HETANEWS.COM

Orang Tua Siswa Mulai Angkat Suara, Sekolah Dirumah Kenapa Masih Bayar SPP

Foto ilustrasi : Anak sekolah

Simalungun, Hetanews – Seperti diberitakan sebelumnya, kebijakan memperpanjang program belajar dari rumah yang dikeluarkan pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang menerbitkan surat edaran bertangggal 24 Maret 2020 untuk mengatur pelaksanaan pendidikan pada masa darurat demi mencegah penularan corona virus mulai membuat gelisah berbagai pihak.

Setelah psikolog dan tenaga pengajar, kini orangtua siswa ikut angkat bicara. Pasalnya pada mereka tetap dibebankan untuk membayar uang SPP anak-anaknya. Hal itu menambah berat beban pikiran mereka terlebih lagi para orangtua masih harus memutar kepala untuk mensiasati perlambatan ekonomi yang terjadi.  

Baca juga: Psikolog dan Guru angkat suara terkait belajar dari rumah

Mereka menganggap sekolah sangat memberatkan di tahun pandemic ini. Kebutuhan untuk memfasilitasi anak untuk mau belajar dirumah sangat besar, orangtua dituntut lebih keras dan ulet mencari dana untuk membeli gadget dan kuota internet.

 Belum selesai, para orangtua yang selama ini memang buta kurikulum bahkan diantaranya banyak yang cenderung gagap teknologi acapkali sangat kesusahan memahami arah pendidikan yang diinginkan pihak sekolah.

Sistem belajar daring ini kelihatannya saja sangat memudahkan, tetapi pada prakteknya model belajar seperti ini begitu menguras waktu, pikiran, tenaga, dan dana daripada orangtua.

 Bisa dikatakan system daring ini membingungkan kami para orangtua, ujar J boru Saragih saat menyampaikan keluhannya pada awak media ini.

Hal itu pun dirasakan beberapa orang tua, yang anak-anaknya menjadi murid yang menimba ilmu disejumlah sekolah yang berada diwilayah Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun.

Bahkan didapati ada salah seorang warga yang menyampaikan kepenatan hatinya dengan spontan kepada awak media, kenapa ya kalau memang mau memutus mata rantai corona virus justru sekolah yang ditutup sementara tempat hiburan, wisata dan tempat belanja justru yang dibuka.

Padahal kan kita mengetahui bersama, interaksi paling intens antarmanusia itu ya ditempat seperti itu. Ucapnya dengan ketus.

Penulis: Dani Rahdian. Editor: Edo Sinaga.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!