HETANEWS.COM

Wesly Masih Ngotot Dirinya Akan Diusung Bersama Hefriansyah Oleh PDI-P

Wesly Silalahi (Berbaju Putih) saat berfoto bersama Asner Silalahi (Sebelah Kanan)

Siantar, Hetanews.com - Pasca beberapa Partai Politik sudah memberikan dukungannya kepada salah satu Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Siantar, perpolitikan di Siantar semakin hari kian dinamis. 

Tak hanya menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat saja, perbincangan perpolitikan di Kota Siantar pun lebih riuh di dunia sosial media (sosmed), dan baru-baru ini perbincangan soal arah perpolitikan Siantar pun kembali mencuat di publik. 

Hal ini disebabkan beredarnya foto salah satu balon Walikota yakni Asner Silalahi bersama balon Wakilnya dr Susanti yang sedang berfoto bersama dengan Wesly Silalahi, foto itu menjadi heboh disebabkan berdasarkan informasinya bahwa Wesly Silalahi sempat dikabarkan akan berpasangan dengan Hefriansyah yang saat ini masih menjabat sebagai Walikota Siantar. 

Hefiransyah (Baju Biru) dan Wesly Silalahi (Baju Putih) saat menemui salah satu pimpinan pusat Partai Politik. 

Awalnya Hetanews mencoba mengklarifikasi kepada Wesly Silalahi kebenaran terkait kabar yang dirinya berencana berpasangan dengan Hefriansyah?, Weslypun membenarkan kabar tersebut. 

"Yah ada-ada, " Sebutnya ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (21/07/2020). 

Kemudian Hetanews menanyakan terkait foto di Medsos baru-baru ini yang didalam foto dia bersama dengan Asner Silalahi, diapun tak membantah foto itu, hanya saja dia menyebutkan jika dirinya tak sengaja bertemu dengan Asner disuatu rumah makan. 

"Engga sengaja ketemu di rumah makan tadi, engga sengaja, " Ucapnya. 

Kemudian Hetanews menanyakan, bagaiman kelanjutan terhadap rencana dirinya yang akan berpasangan dengan Hefriansyah, Wesly memastikan jika hal itu masih tetap berlanjut. 

"Lanjut, " Ucapnya. 

Ditegaskan lagi oleh Hetanews apakah hubungan itu masih Lanjut, Wesly malah bertanya kepada Hetanews mengapa ada kalimat yang menyatakan "masih".

" Loh kok ada pertanyaan masih?,"ucapnya.

Dikatakan bahwa sejauh ini Pasangan Balon Walikota dan Wakil Walikota Asner dan Susanti telah mengumpulkan hampir seluruh rekomendasi Partai Politik yang ada, Wesly kembali melontarkan pertanyaan kepada Hetanews terkait rekomendasi dari PDI-P terhadap Asner dan Susanti. 

"Apakah rekomendasi tersebut bisa digunakan untuk mendaftar ke KPU?, dan siapa yang tanda tangan? Kemudian kapan surat itu diputuskan?, kan diputuskan tanggal 9 Maret, dan tanggal itu Hefriansyah belum mendaftar," Ucapnya.

Dikatakan bahwa apakah ada peluang rekomendasi tersebut berubah? , karena rekomendasi itu sudah disiarkan langsung melalui salah satu TV Nasional, Wesly menyebutkan rekomendasi itu diputuskan sebelum penundaan Pilkada 2020 akibat Covid-19. 

"Kan itu diputuskan tanggal 9 Maret sebelum penundaan Pilkada, jadi itu untuk pendaftaran bulan April kian, dan itu diberikan kepada yang mendaftarkan, apakah karena diumumkan di TV itu menjadi keputusan mutlak itu, terus siapa yang tanda tangan?, semua Partai rekomendasi itu harus Ketua Umum, itu mutlak itu, kecuali didelegasikan, " Sebutnya. 

Wesly bersikukuh bahwa surat rekomendasi tersebut diputuskan sebelum Hefriansyah mendaftarkan diri ke PDI-P, dan rekomendasi itu untuk pendaftaran bulan April sebelum penundaan Pilkada. 

"Jadi janganlah kalian bangun opini-opini kalau tidak ada lagi Partai, kan masih ada sebulan lagi untuk pendaftaran, dan setahu aku, aku juga pernah mencalonkan dari PDI-P, biasanya rekomendasi itu keluar di detik-detik terakhir, " Ucapnya. 

Wesly pun meminta Hetanews membaca ulang kembali isi dari surat rekomendasi tersebut, sebab dia meyakini hal itu untuk pendaftaran di bulan April. 

"Coba baca lagi isi rekomendasi itu, kalau engga salah diawal itu ditulis diputuskan tanggal 9 Maret, dan rekomendasi itu biasanya diturunkan langsung ke DPD baru ke DPC kemudian dibawa untuk mendaftar, aku juga pernah kok mencalonkan diri dari PDI-P, " Katanya. 

Disebutkan Hetanews memang benar bahwa dalam surat diputuskan tanggal 9 Maret, namun dalam point kedua surat tersebut disebutkan menginstruksikan DPC PDI-P Kota Siantar agar mendaftarkan Calon Walikota dan Wakil Walikota Asner Silalahi dan dr Susanti ke KPU Calon dari PDI-P. 

Namun Wesly tetap bersikukuh jika rekomendasi tersebut untuk pendaftaran dibulan April sebelum penundaan Pilkada akibat Covid-19. 

"Kau tunggulah, kau tunggulah, karena setahu kita itu untuk pendaftaran bulan April itu, dan saat itupun belum diumumkan pengunduran pilihannya, kan engga apa-apa kan kalau nanti diumumkan lagi, coba aja kau deh kau tunggu yah, " Sebutnya mengakhiri pembicaraan. 

Penulis: tom. Editor: tom.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!