HETANEWS.COM

4 Fakta Kuli Proyek Ngaku PNS, Kencani Ratusan Janda Muda dan Kuras Harta

Lukman, tersangka kasus penipuan bermodus mengaku sebagai PNS di Banten.

Jakarta, hetanews.com - Lukman (43) diamankan oleh kepolisian Satreskrim Polres Pandeglang, Banten, usai menipu ratusan janda muda. Kuli proyek yang mengaku PNS ini berhasil mengeruk harta benda para janda muda yang menjadi korbannya.

Berbekal kebohongan menjadi seorang PNS, para janda muda rela memberikan harta benda mereka hingga puluhan juta rupiah.

Modus yang digunakan pelaku yakni dengan mengajak berkenalan para calon korbannya melalui media sosial. Lalu, ia mengajak si korban berkencan dan menguras hartanya.

Berikut Suara.com merangkum sederet fakta di balik kasus penipuan kuli proyek mengaku PNS, Jumat (17/7/2020):

1. Kuli Proyek Ngaku PNS Bisa Pacari Ratusan Janda Muda, Hartanya Dikeruk

Polisi telah meringkus seorang pria bernama Lukman (43) karena terlibat kasus penipuan dan diduga telah merenguk harta benda milik ratusan janda muda.

Agar bisa meyakinkan calon korbannya, pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli proyek ini mengaku pada calon korbannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Provinsi Banten.

Berbekal kebohongan itu ratusan janda muda dari berbagai daerah rela memberikan uang hingga puluhan juta rupiah.

2. Panggilan Mama jadi Rayuan Maut Lukman Kuras Harta Janda-janda Muda

Ilustrasi. [Ungkap.id]
Ilustrasi

Pria bernama Lukman (43) memiliki jurus yang jitu untuk menaklukan para janda muda sehingga korban menuruti segala kemauannya.

Dikutip Suara.com dari Bantennews.co.id, warga Kampung Labuan Bulan, Desa Cikumbun, Kecamatan Mandalawangi, Pandeglang ditangkap polisi setelah melakukan terpaksa harus meringkuk di penjara setelah ditangkap polisi karena menipu ratusan janda muda dan mengeruk harta benda mereka.

3. Ngaku PNS, Kuli Proyek Pacari Ratusan Janda Muda, Kuras Harta Korban

Polres Pandeglang, Banten menangkap kuli proyek bernama Lukman (43). Ia ditangkap setelah diduga terlibat kasus penipuan.

Ratusan janda muda diduga menjadi korban penipuan Lukman yang ditangkap di rumahnya di Perumahan Taman Banten Lestari RT 04 RW 26, Kelurahan Unyur, Kota Serang.

4. Cari Mangsa di Medsos dan Ngaku PNS Banten, Lukman Tipu Ratusan Janda

Tersangka Lukman. (Ist)
Tersangka Lukman.

Satreskrim Polres Pandeglang menangkap Lukman (43), karena menipu ratusan janda muda dan mengeruk harta benda mereka.

Pelaku diciduk di kediamannya yang berada di Perumahan Taman Banten Lestari RT 04 RW 26, Kelurahan Unyur Kecamatan Serang Kota Kota Serang.

Seperti dikutip dari bantennews.co.id - jaringan Suara.com, pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli proyek ini mengaku pada calon korbannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Provinsi Banten.

Berbekal kebohongan itu, ratusan janda muda dari berbagai daerah rela memberikan uang hingga puluhan juta rupiah.

Satreskrim Polres Pandeglang menangkap Lukman (43), karena menipu ratusan janda muda dan mengeruk harta benda mereka. Pelaku diciduk di kediamannya yang berada di Perumahan Taman Banten Lestari RT 04 RW 26, Kelurahan Unyur Kecamatan Serang Kota Kota Serang.

Seperti dikutip dari bantennews.co.id - jaringan Suara.com, pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli proyek ini mengaku pada calon korbannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Provinsi Banten. Berbekal kebohongan itu, ratusan janda muda dari berbagai daerah rela memberikan uang hingga puluhan juta rupiah.

Kanit I Satreskrim Polres Pandeglang, Ipda Tomi Irawan mengungkapkan penangkapan tersangka bermula dari adanya laporan seorang perempuan yang mengaku telah ditipu tersangka.

Tomi membeberkan, modus yang digunakan pelaku yakni dengan mengajak berkenalan para calon korbannya melalui media sosial (Medsos), setelah itu biasanya pelaku mengajak para korbannya untuk berpacaran. Nantinya setelah berpacaran pelaku meminjam sejumlah uang dan berjanji akan mengembalikannya.

“Korban yang melapor ini mengaku diajak pelaku bekerja sama menggadai mobil bak terbuka dan meminta uang gadai sebanyak Rp 26 juta, namun sampai saat ini mobil tidak datang dan kemudian pelaku meminta uang untuk patungan membeli motor NMAX menggunakan identitas korban sebesar Rp3 juta akan tetapi sepeda motor dikuasai pelaku dan cicilan tidak di bayarkan. Sehingga kerugian total Rp29 juta,” beber Tomi, Jumat (17/7/2020).

Tomi menuturkan, perempuan yang menjadi korban ditaksir mencapai ratusan orang namun yang berani melaporkan hanya 1 orang karena kerugian yang dialaminya cukup besar.

Dari ponsel pelaku, polisi berhasil mengidentifikasi kemungkinan para korban yang berasal dari berbagai daerah diantaranya Pandeglang, Jakarta Utara, Cilegon, Serang, Bogor, Lampung, Tasikmalaya, Pamulang, Samarinda, Bojonegara, Ciputat hingga Depok.

“Nomor ponsel perempuan yang kami buka blokirannya saja mencapai 74 orang, belum lagi nomor-nomor perempuan lain di handphonenya yang panggilannya sayang, mamah papah yang kemungkinan korbannya sekitar 50 orang lebih,” bebernya.

Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Mochamad Nandar menambahkan, biasanya uang hasil dari menipu itu digunakan oleh pelaku untuk kebutuhan sehari-hari pelaku. Untuk menghindari korban yang sudah berhasil ditipunya, pelaku mengaku sakit saat korbannya menagih janji atau meminta uangnya dikembalikan.

“Saat ditagih oleh korban si pelaku mengaku sakit dan yang membalas chatting adalah anaknya. Bahkan ada korban yang sampai memberikan laptop, uang tunai hingga puluhan juta. Perempuan yang dipacarinya sekitar 50 orang, padahal pelaku sudah punya anak dan istri,” ungkapnya.

Pelaku yang saat ini menjadi tahanan titipan di Rutan Kelas IIB Pandeglang akan diancam dengan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 jo 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun kurungan penjara.

Sumber: suara.com 

Editor: suci.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!