HETANEWS.COM

Di PN Siantar, Pengedar Sabu Divonis Lebih Ringan Ketimbang Pemilik Sepaket Sabu

Pak Edo (atas) dan Jimmi (bawah). (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Siantar yang diketuai, Iqbal Fahri Purba SH, beranggotakan Rahmat Hasibuan dan Katharina M Siagian, menjatuhkan pidana penjara 5 tahun, denda Rp1 Milyar, subsider 4 bulan penjara, kepada terdakwa Jimmi Boris Saputra Manurung (39). Terdakwa dipersalahkan, melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang Narkotika.

Disidang terpisah, ketua majelis hakim, Katharina M Siagian, didampingi dua hakim anggota, M Iqbal Purba SH dan Rahmat Hasibuan (hakim yang sama yang saling bergantian menjadi ketua majelis), menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun, denda Rp800 juta, subsider 6 bulan penjara, kepada terdakwa Bekken Tarigan als Pak Edo (36).

Pak Edo terbukti memiliki sepaket sabu yang dibeli seharga Rp70 ribu dari Bibi Siregar (DPO).

Warga jalan Melanthon Siregar ini, ditangkap petugas Satres Narkoba Polresta Siantar, pada Senin, 2 Maret 2020 lalu, saat tiduran, di pinggiran sungai.

Dari Edo, disita sepaket sabu yang disimpan dalam kotak rokok Marlboro. Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang Narkotika.

Sedangkan Jimmi, warga jalan Pantai Timur itu, membeli 1/2 gram sabu seharga Rp500 ribu, lalu dibagi menjadi 7 paket untuk dijual kembali dan disimpan diantara tumpukan ban bekas, di belakang rumah terdakwa. Jimmi ditangkap, pada Jumat, 6 Maret 2020 lalu, saat akan menjual sabu kepada seseorang, di jalan Pantai Timur.

Tapi pembeli sabu melarikan diri ketika melihat kedatangan petugas.

"Dendanya lebih tinggi terdakwa Jimmy, tapi subsidernya lebih tinggi Pak Edo. Karena tidak mungkin denda dibayar, melainkan diganti dengan masa pemidanaan,"kata pengacara, Gultom yang melakukan pendampingan.

Artinya, Pak Edo harus menjalani 5,6 tahun penjara, sedangkan Jimmi, menjalani hukuman 5,4 tahun penjara. Atas putusan tersebut, Pak Edo menyatakan banding.

"Banding,"kata terdakwa singkat usai Katarina, membacakan vonisnya. "Baiklah, silahkan,"jawab hakim, sambil mengetuk palu dan menutup persidangan, siang itu.

Penulis: rahayu. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan