HETANEWS.COM

Pemprov Sumut Siapkan Anggaran Rp 500 Miliar Bantu Keluarga Miskin

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyapa wartawan usai memberikan keterangan pers terkait Covid-19 di Medan, Sumatera Utara, Senin (16/3/2020). Foto: ANTARA/Septianda Perdana

Medan. hetanews.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) segera mengucurkan anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Bantuan dari dana refocusing tahap II juga ditujukan kepada masyarakat yang masuk dalam kategori orang miskin baru.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menyampaikan, sasaran dari bantuan oleh pemerintah kepada masyarakat yang tidak masuk dalam program keluarga harapan (PKH), bantuan langsung tunai (BLT) dan bantuan sosial tunai (BST), baik dari pemerintah pusat maupun tingkat provinsi.

"Kita membutuhkan data penerima secara update. Ini penting supaya tidak muncul keributan apalagi sampai menimbulkan kerusuhan seperti yang terjadi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Semua ini harus diantisipasi sejak dini," ujar Edy Rahmayadi di Medan, Kamis (16/7/2020).

Mantan Pangkostrad ini mengatakan, anggaran dana stimulus ini sudah dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak penyebaran virus corona. Bantuan tahap kedua ini bukan uang tunai melainkan logistik, seperti beras, minyak makan, gula dan lainnya.

"Saya meminta kepada semua pihak untuk berperan dalam melakukan pengawasan, termasuk dari kalangan media. Sebab, banyak bandit di sini. Kalau tidak ada bandit, pasti kita semua sudah masuk surga. Karena itu, awasi penyaluran bantuan ini supaya tepat sasaran dan tidak menimbulkan keributan," kata Edy Rahmayadi.

Edy menyebutkan, penyaluran dalam bentuk logistik kebutuhan supaya ada perputaran uang di setiap kabupaten maupun kota. Pemprov Sumut hanya melakukan transfer dengan nilai sedikitnya Rp 10 miliar untuk satu daerah. Kemudian, setiap daerah membeli kebutuhan sesuai yang ditentukan.

Menurutnya, bantuan tahap II ini sebagai lanjutan penyaluran bantuan pada tahap I dengan nilai anggaran setiap tahapan sebesar Rp 500 miliar. Dalam hal ini, pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun sampai pada tahap ketiga, yang rencananya disalurkan September 2020 mendatang.

Untuk jumlah masyarakat yang dianggap layak menerima bantuan itu sebanyak 1,3 juta kepala keluarga (KK). Anggaran Rp 502,1 miliar itu sudah digunakan, di antaranya Rp 300 miliar digunakan untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan Rp 10 miliar untuk stimulus ekonomi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, jumlah penduduk miskin di Sumut pada Maret 2020 bertambah dibandingkan posisi September 2019 atau menjadi 1,28 juta jiwa dampak dari beberapa faktor termasuk pandemi Covid-19.

"Secara persentase, angka kemiskinan Sumut meningkat 0,12 poin dari 8,63 persen pada September 2019 menjadi 8,75 persen dari total jumlah penduduk di Maret 2020," ujar Kepala Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik BPS Sumut, Fadjar Wahyu Tridjono.

Menurut dia, jumlah penduduk miskin di perkotaan sebesar 8,73 persen dan di pedesaan 8,77 persen. Kemiskinan di daerah perkotaan mengalami peningkatan sebesar 0,34 poin, sedangkan daerah pedesaan mengalami penurunan sebesar 0,16 poin jika dibandingkan September 2019. 

Sumber: beritasatu.com

Editor: tom.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!