HETANEWS.COM

Seorang Pekerja Farmasi Dianiaya Hingga Matanya Memar

Pelaku menggunakan baju merah, setelah melakukan penganiayaan terhadap korban. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Seorang pekerja farmasi, dianiaya terduga pelaku yang diketahui bernama Hamonangan Siahaan, di Jalan Gereja, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, tepatnya di kedai kopi milik E Nainggolan.

Tidak terima dianiaya hingga matanya lebam, akibat disundul  kepala pelaku sebanyak tiga kali, akhirnya korban Febri Harapan Mangapul Sianturi, membuat laporan ke Polres Siantar.

Menurut keterangan korban Febri, sebelum terjadi penganiayaan, keduanya bekerjasama untuk memasukan beberapa produk obat ke Apotek Monang, di Kota Medan milik terduga pelaku.

"Namun pelaku mengatakan kepada saya, kalau hanya dua jenis yang bisa masuk produk obatnya. Kemudian, kami pun sepakat disitu. Hanya saja, pada pertengahan bulan, dirinya mengorder, tapi dirinya minta produk obatnya ditambahi. Terus, disitu saya bilang, kalau produk kami terbatas. Bisa ditambahi, tapi akhir bulan," ucap korban saat ditemui wartawan, di kediamannya,  Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Siantar Timur, Kamis (16/7/2020) sore, pukul 14.00 WIB.

Selanjutnya, pada akhir bulan, korban meminta tolong kepada pelaku untuk membuka orderan kepada korban. Namun terduga pelaku mengatakan, kalau dirinya tidak mempunyai uang.

“Jadi pelaku ini, mengatakan kepada saya, agar saya pasang badan sama bos agar dibuka panel. Kemudian saya bilang kalau membuka panel, juga ada syaratnya, 21 hari, dan setelah 21 hari, tagihannya harus dibayar. Hanya saja setelah 21 hari saya ingatkan si pelaku ini untuk membayar tagihannya, namun jawabannya, saya disuruh cari pinjaman sebanyak Rp 18 juta," ungkapnya.

Walaupun begitu, setelah korban meminjam uang sebanyak Rp 18 juta,  menurut keterangan dari korban, utang milik pelaku tetap dilakukan penagihan.  Namun hingga sekarang, terduga pelaku tidak ada itikad baiknya untuk melunasi hutang-hutangnya.

"Malah saya yang membayari hutang bunga, selama pelaku tidak membayar tagihan obat kepada saya. Kalau seperti ini, kan saya yang repot, saya yang rugi," kesalnya.

Setelah berbulan-bulan, tidak ada niat baik dari terduga pelaku untuk membayar hutang.

Akhirnya, pada tanggal 9 Juli, dirinya baru pulang dari Kabupaten Tobasa. Dan pada saat itu, dia melintasi Jalan Gereja, dan korban melihat mobil terduga pelaku, lagi parkir di depan kedai kopi milik Nainggolan.

Karena kurang yakin kalau yang terparkir itu adalah mobil terduga pelaku, akhirnya korban berinisiatif, menyuruh salah satu temannya untuk melihat, apakah benar itu terduga pelaku.

"Setelah teman saya sampai di sana, dan mengatakan kalau yang sedang duduk, merupakan pelaku, saya disitu langsung turun dari mobil dan duduk di sampingnya. Tapi malah saya di belakangi. Tidak berapa lama kemudian, terduga pelaku beranjak dari kursinya, dan saya kejar dan saya berdiri di samping mobilnya," pungkasnya.

Disitulah, pelaku karena merasa geram, langsung menyundul korban sebanyak tiga kali, tepat di bagian matanya hingga mata korban sebelah kiri mengalami memar.

Penulis: res. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!